PT SMI membidik outstanding pembiayaan Rp 105 triliun pada 2026

PT SMI membidik outstanding pembiayaan Rp 105 triliun pada 2026
PT SMI bidik Rp 105T

PT Sarana Multi Infrastruktur menargetkan outstanding pembiayaan dan investasi mencapai sekitar Rp 105 triliun hingga akhir 2026 setelah realisasinya menembus Rp 98,38 triliun per Mei 2026. Target ini mencerminkan dorongan perseroan untuk menjaga laju pembiayaan infrastruktur nasional sambil mempertahankan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian.

Sorotan

  • PT SMI menargetkan outstanding pembiayaan dan investasi Rp 105 triliun pada 2026, naik dari posisi Mei 2026 sebesar Rp 98,38 triliun.
  • Outstanding pembiayaan kepada pemerintah daerah hingga Mei 2026 mencapai Rp 14,03 triliun atau 14,26% dari total outstanding pembiayaan PT SMI.
  • Total komitmen pembiayaan ke pemerintah daerah sebesar Rp 37,41 triliun dengan Rp 33,64 triliun melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional Pemda dan Rp 3,77 triliun pembiayaan reguler.

Target pembiayaan dan posisi portofolio

Seperti dilaporkan KONTAN, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT SMI Ramona Harimurti mengatakan perseroan optimistis sasaran outstanding pembiayaan dan investasi tersebut tercapai sejalan dengan pipeline pembiayaan yang telah disiapkan. Hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan perusahaan tercatat Rp 98,38 triliun.

Perseroan menyatakan akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan secara prudent dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian. Langkah itu ditempuh agar PT SMI tetap dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Peran pembiayaan daerah dan dampak sektor

Pembiayaan kepada pemerintah daerah masih menjadi salah satu portofolio penting bagi PT SMI. Hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan kepada pemerintah daerah mencapai Rp 14,03 triliun, setara sekitar 14,26% dari total outstanding pembiayaan perseroan.

Sementara itu, total komitmen pembiayaan kepada pemerintah daerah mencapai Rp 37,41 triliun, terdiri dari Rp 33,64 triliun melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional Pemda dan Rp 3,77 triliun melalui pembiayaan daerah reguler. PT SMI menyatakan akan terus memperkuat perannya sebagai Development Finance Institution melalui pembiayaan yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target mobilisasi pembiayaan berkelanjutan Maybank Group hingga 2030, kami membahas komitmen grup untuk memperbesar pendanaan transisi ekonomi rendah karbon di ASEAN, termasuk Indonesia. Kami juga menyoroti peluncuran instrumen Sustainable Shariah Restricted Investment Account serta peran forum pembiayaan berkelanjutan yang menegaskan sektor perbankan sebagai penggerak penyaluran modal ke proyek-proyek hijau dan transisi energi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.