Industri MICE Indonesia bidik kenaikan kontribusi devisa hingga 15%

Industri MICE Indonesia bidik kenaikan kontribusi devisa hingga 15%
MICE bidik devisa naik

Pemerintah menargetkan kontribusi devisa dari sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions, atau MICE, naik dari sekitar 10 persen menjadi 15 persen pada 2029 seiring penguatan peran industri ini bagi ekonomi nasional. Sasaran itu didorong oleh penguatan ekosistem penyelenggaraan acara, peningkatan daya saing destinasi, serta perluasan dampak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sorotan

  • Industri MICE Indonesia menargetkan kenaikan kontribusi devisa hingga 15% dengan menggelar 134 event nasional dan menarik 10,8 juta pengunjung hingga September 2025.
  • Indonesia kini menempati peringkat ke-37 dunia dan posisi keempat di ASEAN sebagai destinasi penyelenggaraan MICE, mendorong strategi peningkatan daya saing dan devisa.
  • Indonesia dipilih sebagai tuan rumah Global Sustainable Development Congress 2026 di ICE BSD, memperkirakan lebih dari 5.000 peserta dan delegasi dari lebih dari 100 negara.

Target devisa dan penguatan ekosistem acara

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, industri MICE di Indonesia terus memperluas perannya tidak hanya bagi pariwisata, tetapi juga bagi perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Hingga September 2025, Indonesia menyelenggarakan 134 event nasional yang menarik sekitar 10,8 juta pengunjung.

Di tingkat global, Indonesia kini menempati peringkat ke-37 dunia dan posisi keempat di ASEAN sebagai destinasi penyelenggaraan MICE. Capaian ini menjadi dasar bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing destinasi dan memperbesar kontribusi devisa sektor tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Dampak ekonomi dan forum internasional 2026

Prospek industri ini juga menguat setelah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress, GSDC, 2026 yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition, ICE, BSD. Forum ini diperkirakan menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara.

General Manager ICE BSD, Siti Karmila, mengatakan penunjukan itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan forum berskala global. Menurut dia, penyelenggaraan event internasional juga menciptakan efek berganda melalui kenaikan tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi makanan dan minuman, serta transaksi di sektor ritel dan jasa lainnya.

Agenda transformasi besar pemerintah yang sebelumnya kami ulas menyoroti dorongan reformasi lintas sektor—mulai dari ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga energi—di tengah ketidakpastian global. Dalam konteks itu, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya stabilitas nasional dan kepastian hukum sebagai prasyarat agar pembangunan serta investasi dapat terus berjalan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.