Bank Mandiri tuntaskan pelunasan pokok green bond Rp 1,95 triliun
Pelunasan surat utang jatuh tempo kembali menjadi fokus emiten perbankan besar di tengah penguatan agenda pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. Bank Mandiri menyelesaikan pembayaran pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A senilai Rp 1,95 triliun setelah instrumen itu jatuh tempo pada 4 Juli 2026.
Sorotan
- Bank Mandiri melunasi pokok Green Bond I Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp 1,95 triliun pada 6 Juli 2026 melalui KSEI.
- Pelunasan obligasi seri A ini sesuai jadwal tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, keuangan, hukum, maupun kelangsungan usaha Bank Mandiri.
- Green bond ini mendukung komitmen pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri dan tetap menjadi bagian strategi penyaluran dana ke proyek ESG di Indonesia.
Pelunasan obligasi dan jadwal penyelesaian
Seperti dilaporkan Kontan, mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan bahwa pelunasan pokok obligasi tersebut dilakukan pada 6 Juli 2026 melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, KSEI.Surat utang Seri A itu memiliki nilai pokok Rp 1,95 triliun, dengan tanggal distribusi elektronik pada 4 Juli 2023 dan tanggal jatuh tempo pada 4 Juli 2026. Adhika menyatakan pelunasan pokok obligasi merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban perseroan kepada pemegang surat utang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dalam keterbukaan informasi yang sama, Bank Mandiri juga menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan akibat penyelesaian obligasi tersebut.
Dukungan pada pembiayaan berkelanjutan
Green Bond I Tahap I Tahun 2023 sebelumnya diterbitkan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek yang memenuhi prinsip keuangan berkelanjutan. Langkah itu sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, ESG.Pelunasan pokok ini menunjukkan penyelesaian kewajiban atas salah satu instrumen pendanaan hijau perseroan, sementara penggunaan green bond tetap menjadi bagian dari strategi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke proyek yang berorientasi keberlanjutan di pasar Indonesia.
Strategi penyaluran kredit Bank Mandiri hingga akhir 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, dengan fokus pada pembiayaan selektif ke sektor-sektor produktif seperti hilirisasi dan UMKM. Kami juga mencatat kredit perbankan nasional kembali tumbuh dua digit pada Mei 2026, sementara level undisbursed loan yang masih tinggi mencerminkan kehati-hatian dunia usaha di tengah suku bunga dan ketidakpastian ekonomi.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto