Krom Bank evaluasi target kredit 2026 di tengah tekanan segmen ritel

Krom Bank evaluasi target kredit 2026 di tengah tekanan segmen ritel
Krom Bank tinjau target kredit

Di tengah tantangan yang masih membayangi permintaan kredit ritel, PT Krom Bank Indonesia Tbk sedang meninjau ulang target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank 2026. Bank ini tetap menyatakan kinerja hingga semester I-2026 berjalan sesuai rencana, sambil menekankan perlunya keseimbangan antara ekspansi kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.

Sorotan

  • Krom Bank sedang mengevaluasi target pertumbuhan kredit 2026 akibat tekanan pada segmen ritel dan kemungkinan menurunnya permintaan kredit.
  • Hingga kuartal I-2026, Krom Bank membukukan laba bersih Rp70 miliar naik 99% yoy, kredit Rp9,88 triliun naik 98% yoy, dan DPK Rp10,86 triliun naik 138% yoy.
  • Manajemen menekankan keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan DPK serta akan menyesuaikan strategi jika dinamika likuiditas dan permintaan kredit berubah.

Penyesuaian target dan fokus likuiditas

KONTAN Indonesia melaporkan, Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan perseroan sedang mengevaluasi berbagai langkah untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat di tengah dinamika pasar. Ia menyebut tantangan utama masih berada pada penyaluran kredit, khususnya di segmen ritel, sehingga bank perlu lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan kredit ke depan.

Menurut Anton, kinerja perseroan hingga semester I-2026 secara umum masih berjalan sesuai rencana. Namun, jika permintaan kredit menurun, bank juga akan menyesuaikan strategi penghimpunan dana agar keseimbangan antara kredit dan dana pihak ketiga, atau DPK, tetap terjaga.

Krom Bank belum mengungkapkan target pertumbuhan kredit maupun DPK hingga akhir tahun. Meski begitu, manajemen memastikan tetap membidik pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

Kinerja awal 2026 dan implikasi bisnis

Hingga kuartal I-2026, Krom Bank mencatat laba bersih Rp70 miliar, naik 99% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit mencapai Rp9,88 triliun, tumbuh 98% year on year, sementara DPK meningkat 138% year on year menjadi Rp10,86 triliun pada akhir kuartal I-2026.

Anton menilai capaian tersebut menjadi modal untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini. Meski demikian, perseroan menyatakan akan terus memantau perkembangan permintaan kredit dan kondisi likuiditas sebelum memutuskan apakah target dalam RBB perlu disesuaikan.

Strategi bisnis bank tetap diarahkan pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah menjaga kualitas pertumbuhan melalui keseimbangan antara ekspansi kredit dan penghimpunan dana, terutama ketika segmen ritel masih menghadapi tekanan pasar.

Perkembangan likuiditas dan pertumbuhan kredit perbankan Indonesia hingga Mei 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, dengan kredit tumbuh 11,51% yoy dan rasio NPL tetap terjaga. Kami juga mencatat likuiditas industri cenderung menurun meski masih di level aman, sementara DPK tumbuh 13,49% yoy dan LDR berada di kisaran 86%, sejalan dengan target OJK. Konteks ini membantu memahami mengapa bank-bank, termasuk Krom Bank, perlu lebih selektif menyeimbangkan ekspansi kredit dan penghimpunan dana saat permintaan kredit berubah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.