Merger manajer investasi BUMN dinilai perlu mengecualikan PNM
Rencana penggabungan empat pengelola dana milik negara dipandang dapat memperkuat industri pengelolaan investasi nasional melalui modal yang lebih besar dan efisiensi operasional. Di saat yang sama, pengamat menilai PT Permodalan Nasional Madani, atau PNM, tidak tepat dimasukkan karena mandat bisnisnya lebih berorientasi pada pembiayaan publik bagi usaha mikro yang belum terlayani perbankan.
Sorotan
- Penggabungan manajer investasi BNI, BRI, dan Mandiri dinilai memperkuat daya saing melalui peningkatan permodalan, peluang ekspansi, dan efisiensi operasional.
- Herry Gunawan menegaskan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebaiknya dikecualikan dari merger karena karakter bisnis dan orientasi sosialnya berbeda, berisiko mengurangi akses pembiayaan usaha mikro.
- Entitas merger disarankan fokus pada pengelolaan portofolio investasi dengan pengawasan ketat serta menghadapi tantangan efisiensi karena tidak diikuti rasionalisasi jumlah karyawan.
Catatan atas struktur merger BUMN
Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai penggabungan tiga perusahaan manajer investasi di bawah BNI, BRI, dan Mandiri memberi nilai tambah dari sisi permodalan, peluang ekspansi, dan daya tahan usaha. Ia juga menyebut penyatuan entitas dapat mengurangi duplikasi aktivitas operasional karena fungsi yang sebelumnya dijalankan secara terpisah nantinya cukup ditangani satu perusahaan.Menurut Herry, skala usaha yang lebih besar ikut memperkuat daya saing perusahaan hasil merger karena didukung modal dan infrastruktur yang lebih luas. Namun ia menegaskan PNM memiliki karakter bisnis yang berbeda dari perusahaan pengelola investasi lain karena dibentuk untuk memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan koperasi yang belum memenuhi syarat perbankan.
Ia memperingatkan bahwa jika PNM dipaksa bergabung, orientasi bisnisnya berisiko bergeser mengikuti standar manajemen risiko dan target profit entitas baru. Kondisi itu dapat mengurangi akses pembiayaan bagi kelompok usaha mikro, terutama perempuan pelaku usaha yang selama ini menjadi nasabah PNM, dan berpotensi mendorong mereka ke pinjaman online atau menghambat pengembangan usaha.
Fokus bisnis dan dampak bagi industri
Herry juga menilai perusahaan hasil merger sebaiknya tetap berfokus pada pengelolaan portofolio investasi, bukan mengambil peran mengelola aset fisik atau bisnis operasional BUMN. Menurut dia, kompetensi utama perusahaan asset management selama ini berada pada pengelolaan dana investasi dan portofolio keuangan, sementara aset fisik seperti properti dan aset nonproduktif lain lebih tepat tetap ditangani PT Perusahaan Pengelola Aset, atau PPA.Dengan fokus itu, entitas hasil merger dinilai dapat diarahkan untuk mengembangkan instrumen investasi, memperbesar dana kelolaan, memperluas basis investor, dan mengoptimalkan pengelolaan portofolio investasi BUMN. Pengawasan juga disebut menjadi faktor krusial karena besarnya dana kelolaan dapat memperbesar ruang ekspansi investasi dan meningkatkan risiko penempatan dana yang melampaui profil risiko jika tata kelola tidak diperkuat.
Di sisi lain, Herry mengingatkan tantangan efisiensi organisasi dalam konsolidasi BUMN karena pemerintah melalui Danantara telah menyatakan proses itu tidak diikuti pemutusan hubungan kerja. Menurut dia, tanpa penyesuaian organisasi, jumlah karyawan yang tetap besar dapat membuat operasional perusahaan hasil penggabungan menjadi kurang efisien.
Merger empat manajer investasi BUMN oleh Danantara sebelumnya kami soroti sebagai langkah yang berpotensi melahirkan entitas raksasa dengan AUM sekitar Rp132,72 triliun, atau hampir seperlima industri reksadana nasional. Dalam ulasan itu, kami mencatat hak kepemilikan dan nilai investasi pemegang reksadana pada prinsipnya tidak berubah karena aset tetap dipisahkan di bank kustodian, sementara dampak utama diperkirakan muncul pada sisi operasional, efisiensi, dan daya saing setelah integrasi berjalan.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto