Universal BPR dan Tailong Bank perluas kolaborasi pembiayaan mikro di Indonesia
Universal BPR menjalin kemitraan strategis dengan Zhejiang Tailong Commercial Bank Co., Ltd. untuk memperkuat pengembangan pembiayaan mikro di Indonesia. Kesepakatan ini membuka kerja sama pada bantuan teknis, pertukaran pengetahuan, pengembangan SDM, dan proyek percontohan yang disesuaikan dengan karakter industri perbankan nasional.
Sorotan
- Universal BPR dan Tailong Bank menandatangani Framework Agreement pada 7 Juli 2026 untuk kolaborasi technical assistance, knowledge sharing, dan pengembangan proyek percontohan pembiayaan mikro.
- Kemitraan ini menargetkan peningkatan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko, transformasi bisnis, serta memperkuat kapabilitas dan akses pembiayaan UMKM nasional di Indonesia.
- Tailong Bank memiliki aset sekitar U.S.$63,8 miliar per akhir 2024 dengan 400 cabang dan melayani 6 juta nasabah UMKM, sementara Universal BPR mencatat aset Rp2,292 triliun dan laba bersih Rp35,91 miliar per akhir 2025.
Ruang lingkup kerja sama dan agenda implementasi
KONTAN melaporkan, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement di Hotel Shangri-La Jakarta pada Senin, 7 Juli 2026. Melalui kesepakatan itu, Universal BPR dan Tailong Bank berkolaborasi dalam sejumlah inisiatif, mulai dari technical assistance, knowledge sharing, pertukaran best practices, hingga pengembangan pilot project.Fokus utama kemitraan ini mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi bisnis. Universal BPR menyatakan pengalaman Tailong Bank akan diadaptasi sesuai kebutuhan pelaku usaha dan karakteristik industri perbankan di Indonesia, bukan sekadar ditiru secara langsung.
Direktur Utama Universal BPR Reyhan Satyahadi mengatakan kemitraan tersebut menjadi awal proses pembelajaran jangka panjang untuk menghadirkan praktik terbaik yang relevan bagi pelaku usaha di Indonesia. Sebagai tindak lanjut, kedua institusi memulai program pertukaran pengetahuan, lokakarya, kunjungan kerja, dan pengembangan proyek percontohan untuk memperkuat kapabilitas organisasi serta kualitas pembiayaan mikro.
Dampak bagi sektor UMKM dan posisi kedua bank
Universal BPR menilai Tailong Bank sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam melayani jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di China. Model bisnis bank tersebut, yang menekankan kedekatan dengan nasabah, proses pengambilan keputusan yang cepat, dan pengelolaan risiko yang disiplin, dipandang dapat menjadi referensi bagi pengembangan pembiayaan mikro di Indonesia.Ke depan, Universal BPR berharap kemitraan ini memperkuat kompetensi organisasi, mempercepat transformasi bisnis, mendorong inovasi layanan, dan memperluas akses pembiayaan berkualitas bagi pelaku usaha nasional. Penandatanganan kerja sama juga menjadi momentum bagi kedua pihak untuk membahas peluang kolaborasi lanjutan dan mempererat komitmen bersama dalam mendukung sektor usaha mikro.
Tailong Bank berdiri pada 1993 dan berfokus pada pembiayaan UMKM di China. Hingga akhir 2024, bank itu memiliki lebih dari 400 kantor cabang, melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan sekitar 90% merupakan pelaku UMKM, serta mengelola aset sekitar U.S.$63,8 miliar; sementara Universal BPR yang berdiri sejak 2003 mencatat total aset Rp2,292 triliun hingga akhir 2025, laba bersih Rp35,91 miliar, rasio kredit bermasalah 3,93%, dan memiliki 13 kantor cabang di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang stabilitas rasio NPL perbankan dan strategi menjaga kualitas aset, kami mencatat NPL gross industri tetap di 2,17% pada Mei 2026 meski beberapa bank masih membukukan NPL relatif tinggi. Kami juga mengulas langkah-langkah yang ditempuh bank, mulai dari pengetatan manajemen risiko, penataan portofolio kredit, hingga fokus pada pendanaan murah (CASA) dan penyaluran kredit ke segmen berisiko lebih rendah.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto