Indonesia percepat penutupan BUMN tidak efisien hingga 800 entitas pada 2026
Pemerintah Indonesia mempercepat penataan badan usaha milik negara setelah menemukan total entitas BUMN mencapai 1.077 perusahaan, termasuk jaringan anak usaha hingga beberapa lapis. Langkah ini menjadi bagian dari agenda efisiensi fiskal dan restrukturisasi korporasi negara yang menurut Presiden Prabowo Subianto sudah mulai memperbaiki kinerja sejumlah BUMN lama yang sebelumnya terus merugi.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia menargetkan penutupan 800 BUMN tidak efisien pada 31 Desember 2026, naik dari 240 BUMN yang telah ditutup.
- Restrukturisasi dan efisiensi BUMN telah menghasilkan penghematan negara sebesar Rp70 triliun dari biaya overhead dan gaji direksi.
- Pemerintah akan memperkuat industri strategis nasional seperti PT PAL, PT Pindad, dan PTDI alih-alih menjual aset-aset tersebut.
Target penataan BUMN hingga akhir 2026
Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan sebelum peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026), bahwa jumlah BUMN yang diketahui pemerintah jauh lebih besar dari perkiraan awal karena mencakup perusahaan induk, anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Ia menilai struktur berlapis itu perlu ditertibkan karena berpotensi dipakai untuk menyembunyikan uang negara dan uang rakyat.Prabowo mengatakan pemerintah kini menutup ratusan BUMN yang dinilai tidak sehat dan tidak efisien. Hingga hari ini, pemerintah sudah menutup 240 BUMN, jumlah itu ditargetkan naik menjadi 250 pada akhir Juli 2026 dan mencapai 800 BUMN pada 31 Desember 2026.
Menurut Prabowo, pembenahan BUMN juga mulai tercermin pada kinerja sejumlah perusahaan negara yang selama puluhan tahun mencatat kerugian. Ia menyebut telah menerima laporan bahwa beberapa BUMN yang lama merugi tahun ini mulai membukukan keuntungan.
Dampak efisiensi dan penguatan industri strategis
Presiden mengatakan restrukturisasi struktur usaha dan efisiensi biaya telah menghasilkan penghematan besar bagi negara. Penghematan itu, menurut dia, antara lain berasal dari biaya overhead dan gaji direksi, dengan nilai yang disebut mencapai Rp70 triliun.Di luar penutupan entitas yang merugi, pemerintah juga menegaskan akan mempertahankan dan menghidupkan kembali sejumlah industri strategis nasional. Prabowo menyebut perusahaan seperti PT PAL, PT Pindad, dan PTDI yang menurutnya sempat akan dijual, kini justru diarahkan untuk diperkuat sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali aset strategis negara.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan industri pertahanan nasional, kami membahas pernyataan Presiden Prabowo di Lombok Barat bahwa rencana penjualan PT PAL, PT Pindad, dan PTDI ke pihak asing telah dihentikan. Kami juga menyoroti langkah penutupan ratusan BUMN yang dinilai tidak efisien sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, sekaligus upaya memperkuat kembali aset industri strategis, termasuk dorongan ekspor Pindad lewat kontrak baru.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto