Perdagangan pendek di Bursa Efek Indonesia pada 6-10 Juli 2026 memperlihatkan tekanan jual pada sejumlah emiten meski indeks acuan bergerak menguat. Di tengah kenaikan IHSG sebesar 0,83 persen ke level 5.924, sepuluh saham masuk daftar top losers sepekan dengan penurunan dua digit.
Sorotan
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) memimpin pelemahan dengan penurunan 26,67 persen dari Rp600 menjadi Rp440 per saham selama 6-10 Juli 2026.
- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) turun 11,79 persen ke Rp344, menjadi pelemahan terkecil di antara 10 besar top losers pekan tersebut.
- Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,83 persen ke level 5.924, sementara sejumlah saham berkapitalisasi lebih kecil tetap mengalami koreksi signifikan.
Daftar pelemahan saham sepekan
Menurut Okezone Economy, berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia, daftar saham dengan penurunan terbesar selama pekan 6-10 Juli 2026 dipimpin oleh PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS). Saham TRUS turun 26,67 persen, dengan harga merosot dari Rp600 menjadi Rp440 per saham.Pada posisi saham dengan pelemahan paling terbatas dalam kelompok 10 besar top losers, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) turun 11,79 persen menjadi Rp344 dari Rp390 pada pekan sebelumnya. Data ini menunjukkan tekanan jual terjadi pada emiten dari berbagai sektor selama periode perdagangan yang lebih singkat pada pekan tersebut.
Kontras dengan penguatan IHSG
Pergerakan kelompok saham yang melemah tajam itu berlawanan dengan arah Indeks Harga Saham Gabungan yang justru menguat 0,83 persen ke level 5.924. Kondisi ini menandakan kenaikan indeks belum merata di seluruh saham, karena sebagian emiten masih mengalami koreksi signifikan.Daftar top losers sepekan kerap menjadi cerminan rotasi pasar dan tingginya volatilitas pada saham tertentu. Bagi pelaku pasar, perbedaan arah antara IHSG dan saham-saham berkapitalisasi lebih kecil atau kurang likuid dapat menjadi penanda bahwa sentimen positif pasar belum tersebar merata.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pergerakan IHSG pekan 6–10 Juli 2026, indeks naik 0,83% ke level 5.924 disertai kenaikan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.340 triliun. Kami juga mencatat frekuensi dan volume transaksi harian meningkat, tetapi rata-rata nilai transaksi harian justru turun, sehingga pemulihan sentimen investor dinilai masih bertahap.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto