Kementrans bidik pasar Jepang untuk ekspor mangga Jawa Timur

Kementrans bidik pasar Jepang untuk ekspor mangga Jawa Timur
Mangga Jatim bidik Jepang

Upaya memperluas pasar hortikultura Indonesia kini mengarah ke Jepang, dengan mangga asal Jawa Timur diposisikan sebagai komoditas unggulan ekspor. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal bernilai tambah.

Sorotan

  • Kementerian Transmigrasi menargetkan ekspor mangga Jawa Timur ke Jepang, menghadapi hambatan teknis terkait pengendalian lalat buah dan tambahan biaya.
  • Pendekatan baru transmigrasi mengembangkan kawasan berbasis komoditas unggulan, membentuk rantai nilai lengkap dari budi daya, pengolahan, hingga ekspor.
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menilai kolaborasi lintas sektor dan promosi digital penting untuk memperkuat daya saing mangga di pasar global.

Strategi ekspor dan hambatan teknis

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menyiapkan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan sekaligus menyelesaikan hambatan teknis yang selama ini menahan akses ekspor ke Jepang.

Ia menilai mangga alpukat dari Pasuruan dan mangga arumanis dari Probolinggo memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain dan berpotensi menjadi produk hortikultura unggulan Indonesia di pasar internasional. Saat menghadiri Festival Ekosistem Ekonomi Digital di Surabaya pada Sabtu, 11 Juli 2026, Iftitah mengatakan pengalaman mencicipi mangga dari sejumlah negara memperkuat keyakinannya terhadap daya saing mangga Jawa Timur.

Menurutnya, Jepang menjadi pasar prioritas karena permintaan terhadap buah berkualitas cukup tinggi. Namun, ekspor mangga Indonesia masih terkendala persyaratan teknis, terutama terkait pengendalian lalat buah, yang menurut Iftitah memerlukan kerja sama lintas pihak dan tambahan biaya sebelum pasar tersebut dapat dibuka lebih luas.

Dampak bagi kawasan transmigrasi dan ekonomi daerah

Kementrans menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan kawasan transmigrasi dengan mengembangkan setiap wilayah berdasarkan komoditas unggulannya. Pola itu ditujukan untuk membentuk rantai nilai yang lebih utuh, mulai dari budi daya, pengolahan, hingga akses pasar dan ekspor.

Iftitah mengatakan arah baru transmigrasi tidak lagi berfokus pada perpindahan penduduk, melainkan pada pembangunan kawasan produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Dengan model itu, kawasan transmigrasi diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang bergerak sesuai potensi daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut kolaborasi tersebut dan menilai penguatan daya saing komoditas unggulan daerah membutuhkan sinergi pemerintah, pelaku usaha, media, dan kreator digital. Ia menambahkan promosi melalui media sosial dan konten digital kini menjadi instrumen penting untuk memperluas pasar sekaligus membangun citra produk unggulan Indonesia di pasar global.

Dalam artikel kami sebelumnya, kolaborasi Danamon dengan mitra di Jepang dan kawasan ASEAN disorot sebagai upaya memperluas akses pendanaan dan jejaring global bagi startup Indonesia. Melalui Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026 serta penguatan MUIP Garuda Fund, inisiatif ini diarahkan untuk mempertemukan startup dengan investor dan korporasi internasional agar ekspansi ke pasar global lebih terbuka.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.