UMKM Indonesia hadapi hambatan akses untuk menembus pasar Tiongkok
Dorongan ekspor bagi UMKM Indonesia masih terbentur hambatan struktural, meski pasar Tiongkok menawarkan skala permintaan yang besar. Tantangan itu mencakup birokrasi yang rumit, kendala bahasa, serta keterbatasan informasi pasar dan pemahaman terhadap persaingan global.
Sorotan
- Pendiri Next Step Assed Lussak menyatakan pada 12 Juli 2026 bahwa pelaku UMKM Indonesia masih kekurangan akses informasi dan keberanian untuk ekspansi ke pasar Tiongkok.
- Kurasi produk dan pendampingan dari tahap pengenalan pasar hingga legalitas, seperti Letter of Agreement dan Letter of Intent, diperlukan agar UMKM dapat bersaing di Tiongkok dengan populasi 1,4 miliar jiwa.
- Keterbatasan UMKM Indonesia menembus pasar Tiongkok dapat diatasi melalui penguatan akses informasi, pemetaan persaingan, dan dukungan administratif guna memperluas basis eksportir nasional.
Pendampingan ekspor dan kebutuhan kurasi produk
Seperti dikutip Okezone Economy Indonesia, Pendiri Next Step Assed Lussak mengatakan masih ada potensi besar yang belum tergarap optimal oleh pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk keluar dari zona nyaman pasar domestik. Ia menyampaikan pada Minggu, 12 Juli 2026, bahwa UMKM memerlukan pendampingan untuk memahami karakteristik pasar tujuan, termasuk melalui penyediaan informasi pasar dan kegiatan business matching.Assed menilai langkah itu penting karena Tiongkok memiliki populasi sekitar 1,4 miliar jiwa, yang menciptakan peluang pasar ekspor yang luas bagi produk Indonesia. Selain membuka akses pasar, ia juga menekankan perlunya proses kurasi terhadap produk-produk potensial khas Indonesia agar mampu bersaing di pasar Tiongkok.
Menurut dia, produk yang berpeluang masuk mencakup berbagai sektor, mulai dari komoditas, furnitur, hingga industri kreatif lokal. Next Step disebut melakukan pendampingan sejak tahap pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen kerja sama legal seperti Letter of Agreement dan Letter of Intent.
Dampak bagi perluasan pasar UMKM nasional
Masih terbatasnya jumlah UMKM lokal yang berhasil masuk ke pasar Tiongkok menunjukkan bahwa hambatan ekspor belum sepenuhnya teratasi. Namun, upaya pendampingan dan kurasi dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak pelaku usaha untuk memahami kebutuhan pasar internasional dan meningkatkan kesiapan ekspor mereka.Bagi sektor UMKM Indonesia, penguatan akses informasi, pemetaan persaingan, dan dukungan administratif dapat membantu memperluas basis eksportir di luar pasar domestik. Jika proses itu berjalan lebih efektif, peluang di pasar Tiongkok berpotensi mendorong pertumbuhan bagi pelaku usaha di sejumlah sektor unggulan nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya, kolaborasi Danamon dengan mitra di Jepang dan kawasan ASEAN kami soroti sebagai upaya memperluas akses pendanaan sekaligus jejaring global bagi startup Indonesia. Melalui Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026 dan penguatan MUIP Garuda Fund, inisiatif tersebut dirancang untuk mempertemukan startup dengan investor serta korporasi internasional agar peluang ekspansi ke pasar global semakin terbuka.
Berita Trade Deals Terbaru
- Forex
- Crypto