Indonesia catat kenaikan produksi beras saat output global melemah pada 2026

Indonesia catat kenaikan produksi beras saat output global melemah pada 2026
Produksi beras RI naik 2026

Di tengah proyeksi penurunan panen dan penyusutan cadangan beras dunia pada 2026/27, Indonesia justru memperkuat posisi sebagai salah satu produsen utama dengan output yang meningkat dan impor yang hampir berhenti. Perkembangan ini ikut menopang stok beras pemerintah ke level tertinggi dan menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia mempercepat rehabilitasi irigasi dua juta hektare sawah melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 dan mekanisasi pertanian, didukung anggaran pompanisasi Rp3-4 triliun untuk 2,2 juta hektare.
  • Harga pupuk bersubsidi turun sekitar 20 persen pada 2024-2026, dengan harga urea dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kg dan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kg.
  • Stok Cadangan Beras Pemerintah oleh Perum Bulog mencapai rekor 5,3 juta ton Mei 2026, sementara PDB sektor pertanian tumbuh 5,74 persen pada 2025, tertinggi 25 tahun.

Kebijakan domestik dan dampak pada ketahanan pangan

Menurut Kementerian Pertanian, pemerintah Indonesia menyatakan penguatan produksi didorong oleh percepatan kebijakan pangan, termasuk rehabilitasi irigasi, penguatan pengadaan gabah dan cadangan beras, serta deregulasi sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menjalankan pendekatan mitigasi dini untuk menghadapi risiko krisis pangan dan kekeringan.

Sejumlah instrumen kebijakan yang disebutkan mencakup Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk percepatan rehabilitasi jaringan irigasi dua juta hektare sawah, Inpres Nomor 6 Tahun 2025 terkait pengadaan gabah dan cadangan beras, serta Inpres Nomor 14 Tahun 2025 untuk pengembangan kawasan swasembada pangan, energi, dan air. Pada 2026, pemerintah juga memperkuat payung hukum melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pertanian bersama BUMN pangan dan Inpres Nomor 3 Tahun 2026 terkait cadangan jagung nasional.

Di tingkat operasional, pemerintah menjalankan pompanisasi, irigasi perpompaan, pembangunan embung, mekanisasi pertanian, serta pembentukan sekitar 1.900 Brigade Pangan hingga 2025. Kementerian Pertanian juga menyebut operasi 80.158 unit pompa air dioptimalkan pada 2026, dengan dukungan anggaran pompanisasi Rp3-4 triliun dan cakupan lahan mencapai 2,2 juta hektare.

Dari sisi lahan, program optimalisasi lahan telah mencakup 1.087.377 hektare, sementara target cetak sawah pada 2024-2026 mencapai 231.844 hektare, termasuk di luar Jawa seperti Merauke. Kebijakan lain yang menonjol adalah penurunan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen, dengan harga urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram dan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Dampak kebijakan itu terlihat pada stok Cadangan Beras Pemerintah yang menurut Perum Bulog mencapai 5,3 juta ton pada Mei 2026, tertinggi dalam sejarah lembaga tersebut. Badan Pusat Statistik juga mencatat Nilai Tukar Petani pada Mei 2026 berada di 127,73, naik 1,99 persen dari bulan sebelumnya, sedangkan PDB sektor pertanian sepanjang 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Pemerintah menilai rangkaian intervensi itu memperkuat ketahanan pangan nasional ketika pasar global melemah. Validasi dari FAO memperlihatkan Indonesia bergerak berlawanan dengan tren dunia, dengan produksi yang naik, stok yang menguat, dan tekanan impor yang menurun.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penambahan anggaran Rp3,2 triliun untuk memperluas pembangunan pertanian di Papua, pemerintah menyoroti keberhasilan pengembangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan dalam mendorong produksi dan kesejahteraan petani. Program 2026 mencakup pembukaan sekitar 250 hektare sawah baru, bantuan traktor, pembangunan irigasi, dan penerapan teknologi pertanian modern sebagai percontohan ekspansi ke wilayah lain sesuai karakteristik komoditas setempat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.