Indonesia jajaki ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura saat stok nasional capai 5,1 juta ton

Indonesia jajaki ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura saat stok nasional capai 5,1 juta ton
Ekspor beras ke Singapura

Pemerintah Indonesia menjajaki perluasan kerja sama pangan dengan Singapura setelah cadangan beras nasional mencapai sekitar 5,1 juta ton. Rencana ini mencakup usulan ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras serta pembahasan komoditas lain seperti ayam, telur, minyak sawit, dan kelapa.

Sorotan

  • Indonesia mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura setelah stok nasional mencapai 5,1 juta ton pada Juni 2026.
  • Kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 3 juta ton, sehingga kelebihan stok beras disimpan di gudang sewa, mendorong upaya ekspor.
  • Nilai perdagangan pertanian Indonesia-Singapura pada 2025 tercatat USD849,6 juta, dengan ekspor Indonesia mencapai USD482,9 juta.

Rencana ekspor dan skema kerja sama pangan

Seperti dilaporkan Kementerian Pertanian, mengutip Kementerian Pertanian Indonesia, pembahasan peluang ekspor tersebut berlangsung dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, Indonesia mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura sebagai bagian dari penguatan kerja sama pangan kedua negara.

Amran mengatakan peluang ekspor itu ditopang kondisi produksi dan cadangan beras nasional yang kuat. Ia menyebut stok beras pemerintah kini mencapai sekitar 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 3 juta ton sehingga sebagian persediaan harus disimpan di gudang sewa.

Ia menambahkan pembahasan teknis akan dilanjutkan pada tahap berikutnya, termasuk untuk komoditas pangan lain yang dibutuhkan Singapura. Menurutnya, skema yang sedang dijajaki kali ini mengarah pada kerja sama antara badan usaha milik negara Indonesia dan mitra swasta di Singapura, melengkapi perdagangan beras yang selama ini sudah berjalan melalui pelaku usaha swasta.

Dampak bagi perdagangan pertanian regional

Selain beras, kedua negara juga membahas peluang peningkatan perdagangan ayam, telur, minyak sawit, kelapa, dan komoditas strategis lain, serta penguatan pertukaran teknologi dan inovasi pertanian. Langkah ini diposisikan sebagai upaya memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia sekaligus mendukung ketahanan pangan kawasan.

Grace Fu menyampaikan apresiasi atas perkembangan sektor pertanian Indonesia, yang menurutnya didorong investasi pada riset dan pengembangan, teknologi, benih unggul, peralatan, dan mekanisasi. Ia juga menilai potensi ekspor pangan dari Indonesia menjanjikan karena Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya.

Singapura merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di sektor pertanian. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian kedua negara tercatat sekitar USD849,6 juta, terdiri dari ekspor produk pertanian Indonesia ke Singapura sebesar USD482,9 juta dan impor dari Singapura sebesar USD366,7 juta.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah Indonesia pada 2026, kami mengulas bagaimana kenaikan produksi dan penurunan impor membuat posisi Indonesia menguat di tengah proyeksi pengetatan pasokan beras global 2026/27. Artikel itu menyoroti dorongan kebijakan seperti percepatan rehabilitasi irigasi, pompanisasi, mekanisasi, serta penurunan harga pupuk bersubsidi yang mendorong stok Bulog mencapai rekor sekitar 5,3 juta ton. Fondasi pasokan ini menjadi konteks penting saat Indonesia kini membahas perluasan akses pasar dan peluang ekspor pangan ke mitra regional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.