PNM perluas pembiayaan ultra mikro ke wilayah 3T hingga 23 juta nasabah
Perluasan layanan ke daerah tertinggal menjadi bagian penting dari strategi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperdalam inklusi keuangan nasional hingga pertengahan Juni 2026. Jaringan pembiayaan itu juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan mendorong pelaku usaha ultra mikro di wilayah pelosok naik kelas.
Sorotan
- PNM menyalurkan pembiayaan ultra mikro ke lebih dari 23 juta nasabah hingga pertengahan Juni 2026, termasuk memperluas layanan ke wilayah 3T melalui sinergi dengan Danantara.
- Hingga Juni 2026, PNM mengoperasikan 4.035 unit layanan dengan 516 unit di wilayah 3T, meliputi lebih dari 10% jaringan di kawasan operasional menantang.
- Penelitian INDEKSTAT 2025 dan LPEM menunjukkan pendapatan bersih nasabah Mekaar naik Rp875.738 per bulan dan konsumsi rumah tangga meningkat Rp7,13 triliun hingga 2025.
Jangkauan pembiayaan dan sinergi dengan Danantara
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 23 juta nasabah ultra mikro hingga pertengahan Juni 2026, termasuk melalui perluasan layanan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, atau 3T. Langkah ini diperkuat lewat sinergi strategis dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, untuk membuka hambatan geografis dan finansial bagi pelaku usaha kecil di daerah pelosok.Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, atau Mekaar, PNM tidak hanya menyalurkan permodalan formal, tetapi juga memberikan pendampingan usaha. Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan efektivitas program bertumpu pada integrasi modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial, yang dijalankan melalui pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building.
Hingga Juni 2026, PNM hadir melalui 4.035 unit, dengan 516 unit berada di wilayah 3T. Artinya, lebih dari 10% jaringan pelayanan perseroan telah menjangkau kawasan dengan medan operasional yang menantang.
Dampak ekonomi bagi nasabah dan inklusi keuangan
Berdasarkan data riset yang dikutip dalam keterangan tersebut, pembiayaan PNM ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi rumah tangga nasabah. Penelitian INDEKSTAT pada 2025 menunjukkan pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar naik Rp875.738 per bulan, sementara indeks kemampuan pengembangan usaha meningkat 28,73% dari kategori rendah menjadi sedang.Riset LPEM juga menyebut implikasi ekonomi program ini mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar Rp7,13 triliun hingga 2025 dan membantu 2,35 juta nasabah naik ke akses keuangan formal yang lebih tinggi. Capaian itu mendapat apresiasi dari Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menilai kinerja positif PNM menunjukkan model pemberdayaan berbasis kelompok berjalan efektif.
PNM menyatakan dukungan Danantara diharapkan mempercepat penambahan jumlah nasabah yang naik kelas sekaligus menekan jumlah keluarga ekonomi bawah di wilayah terpencil. Perseroan juga menargetkan penyaluran yang lebih berkualitas dengan tata kelola yang lebih baik agar kesenjangan akses pembiayaan antara kawasan perkotaan dan pelosok Indonesia semakin menyempit.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang ekspansi layanan PNM ke wilayah 3T, kami mengulas bagaimana perusahaan memperluas jaringan melalui 516 unit dari total 4.035 unit untuk menjangkau daerah terpencil yang minim akses pembiayaan formal. Kami juga menyoroti bahwa pembiayaan yang disertai pendampingan dan pelatihan, serta sinergi PNM dengan Danantara, ditujukan untuk mempercepat inovasi layanan dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan prasejahtera.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto