Otoritas Jasa Keuangan terus mematangkan rencana menghadirkan bank syariah berskala besar untuk memperkuat persaingan dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Langkah ini berlangsung saat pangsa pasar perbankan syariah nasional masih berada di bawah dua digit dan regulator mendorong basis industri yang lebih luas.
Sorotan
- OJK melanjutkan diskusi dengan pelaku industri untuk mendorong terbentuknya bank syariah besar baru melalui opsi spin off unit usaha syariah.
- OJK menekankan pentingnya kehadiran lebih dari satu bank syariah besar guna memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing industri perbankan syariah nasional.
- BSI tengah bersiap menjadi bank kelompok modal inti 4, sementara OJK menanti hasil kajian pengembangan syariah dari sejumlah bank lain.
Pembahasan spin off dan arah pengembangan
Seperti dilaporkan Kontan Indonesia, OJK menyatakan proses pembentukan pemain syariah besar lain masih berjalan melalui diskusi dengan sejumlah pelaku industri. Regulator kini membahas arah pengembangan bisnis syariah, termasuk opsi pemisahan atau spin off unit usaha syariah.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan setelah terbentuknya Bank Syariah Nasional, OJK mendorong lahirnya bank besar lain agar industri perbankan syariah menjadi lebih kompetitif. Namun, ia belum mengungkapkan nama bank yang terlibat dalam pembicaraan maupun skema yang akan dipilih karena sejumlah rencana masih dipelajari oleh masing-masing pihak.
Menurut Dian, sejumlah bank masih memperkuat strategi bisnis syariahnya sebelum menentukan langkah lanjutan. Karena itu, OJK masih menunggu hasil kajian masing-masing bank terkait pengembangan bisnis syariah mereka.
Dampak bagi persaingan industri syariah
OJK sebelumnya beberapa kali menyampaikan harapan agar industri perbankan syariah Indonesia tidak hanya bergantung pada satu pemain besar. Kehadiran bank syariah dengan skala yang lebih besar dinilai penting untuk memperluas pangsa pasar perbankan syariah nasional dan meningkatkan daya saing industri.Konteks ini juga muncul ketika BSI menyiapkan langkah menjadi bank kelompok modal inti 4 setelah berstatus BUMN. Dengan tambahan pemain besar di segmen syariah, persaingan diperkirakan makin terbuka dan dapat memperkuat kapasitas industri dalam menjangkau pembiayaan serta nasabah yang lebih luas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang transformasi layanan BSI untuk memperluas basis nasabah, kami menyoroti capaian 24 juta nasabah hingga Maret 2026 yang ditopang penguatan brand, people, process, dan technology. Kami juga mencatat perluasan layanan inklusif di kantor cabang serta pengakuan kualitas layanan melalui sejumlah penghargaan, yang memperkuat posisi BSI di tengah pangsa pasar perbankan syariah yang masih sekitar 8%–9% dan membuka ruang pertumbuhan industri.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto