BSI perkuat transformasi layanan saat basis nasabah mencapai 24 juta
Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatat basis nasabah mencapai 24 juta hingga Maret 2026 dengan mengandalkan transformasi layanan sebagai pendorong utama. Ruang pertumbuhan bank syariah juga masih terbuka lebar karena pangsa pasarnya berada di kisaran 8%–9% di Indonesia, sementara populasi muslim mencapai sekitar 231 juta jiwa.
Sorotan
- BSI mencapai basis nasabah 24 juta dengan mendiversifikasi profil nasabah melalui transformasi layanan berbasis penguatan brand, people, process, dan technology.
- BSI memperluas layanan inklusif di seluruh kantor cabang, menambah fasilitas akses bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan jangkauan masyarakat.
- BSI meraih posisi Top 2 National Service Excellence pada BSEM 2026, peringkat pertama kategori Walk-in Channel, dan kedua Best Customer Experience, memperkuat daya saing di industri syariah nasional.
Strategi layanan dan perluasan basis nasabah
KONTAN Indonesia melaporkan BSI menilai kenaikan jumlah nasabah ditopang penguatan pengalaman nasabah dan transformasi layanan yang dijalankan perseroan. Senior Executive Vice President Operations BSI Ana Nurul Khayati mengatakan persaingan perbankan kini tidak lagi hanya bertumpu pada produk, tetapi juga pada kemampuan bank menghadirkan pengalaman layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.Ana menyatakan transformasi tersebut menarik nasabah dari berbagai segmen, sehingga profil nasabah BSI menjadi semakin beragam hingga Maret 2026. Untuk menopang ekspansi, perseroan memperkuat empat pilar utama, yaitu brand, people, process, dan technology.
BSI juga memperluas layanan inklusif di seluruh kantor cabang, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas seperti jalur landai, toilet difabel, area parkir khusus, kursi roda, dan penanda khusus. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perseroan membangun layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Dampak bagi persaingan bank syariah nasional
Posisi pangsa pasar perbankan syariah yang masih berada di kisaran 8%–9% menunjukkan industri ini masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia. Kondisi itu memberi peluang bagi BSI untuk memperluas jangkauan di pasar domestik, sekaligus memperkuat posisinya di antara bank-bank nasional.Transformasi layanan BSI juga mengantarkan perseroan meraih posisi Top 2 National Service Excellence pada ajang BSEM 2026, selain peringkat pertama kategori Walk-in Channel dan peringkat kedua kategori Best Customer Experience. Menurut Ana, BSI ke depan tidak hanya ingin menjadi bank syariah terbesar, tetapi juga bersaing dengan bank nasional dari sisi kualitas layanan agar menjadi pilihan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan pembiayaan kendaraan syariah BSI, kami mengulas bahwa outstanding BSI OTO mencapai sekitar Rp6,70 triliun hingga Juni 2026 dengan pertumbuhan 12,40% secara tahunan. Kami juga menyoroti pendorongnya, mulai dari minat pada skema syariah berangsuran tetap, tren kendaraan listrik, hingga perluasan kolaborasi dengan dealer serta penguatan kanal digital BYOND by BSI untuk memudahkan pengajuan pembiayaan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto