Kemendag perketat distribusi Minyakita saat harga pasar masih di atas HET
Harga rata-rata Minyakita di pasar saat ini masih bertahan di kisaran Rp16 ribuan per liter, melampaui harga eceran tertinggi pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kenaikan itu mendorong Kementerian Perdagangan memperketat tata niaga penyaluran minyak goreng subsidi melalui jaringan BUMN Pangan.
Sorotan
- Pemantauan terbaru menunjukkan harga Minyakita di pasar masih sekitar Rp16 ribuan per liter, di atas HET yang ditetapkan pemerintah.
- Kementerian Perdagangan memperkuat pengawasan distribusi dengan menegakkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 43 Tahun 2025, mengharuskan minimal 35 persen penyaluran via BUMN Pangan.
- Realisasi distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan telah mencapai 51 persen, memberikan pemerintah ruang lebih besar untuk mengontrol harga dan distribusi di pasar.
Pengawasan distribusi dan kepatuhan aturan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan harga jual Minyakita di lapangan masih berada di kisaran Rp16 ribuan per liter. Pernyataan itu ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Inflasi di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 14/7/2026.Kementerian Perdagangan terus memperketat pengawasan tata niaga penyaluran minyak goreng rakyat sebagai instrumen pengendali harga. Langkah itu dijalankan melalui penegakan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan sedikitnya 35 persen dari total distribusi Minyakita dialokasikan melalui jaringan BUMN Pangan.
Dyah menjelaskan realisasi penyaluran melalui BUMN Pangan saat ini telah mencapai 51 persen, atau melampaui batas minimum yang diatur dalam regulasi. Capaian itu menunjukkan pemerintah mendorong distribusi yang lebih terarah untuk menahan tekanan harga di tingkat pasar.
Dampak pada stabilisasi harga pangan
Selisih antara harga rata-rata pasar dan HET menandakan tekanan harga pada komoditas minyak goreng subsidi masih berlangsung. Bagi pemerintah, penguatan saluran distribusi melalui BUMN Pangan menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan barang kebutuhan pokok di tengah agenda pengendalian inflasi.Jika porsi distribusi yang diatur terus dijaga di atas ambang minimum, ruang pemerintah untuk mengawasi pasokan Minyakita di pasar menjadi lebih besar. Hal itu dapat membantu memperbaiki efektivitas penyaluran subsidi sekaligus menekan risiko harga eceran bergerak lebih jauh dari batas yang ditetapkan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang wacana penyesuaian HET Minyakita, kami mencatat pemerintah masih menahan keputusan kenaikan dan mempertahankan patokan Rp15.700 per liter sambil menghitung dampak ekonomi dan sosial-ekonomi. Kami juga menyoroti tekanan dari volatilitas harga CPO serta evaluasi skema DMO yang membuat ruang kenaikan HET tetap terbuka meski waktu dan besaran penyesuaian belum ditetapkan.
Berita Bank of Japan Terbaru
- Forex
- Crypto