IHSG dibuka menguat, lalu berbalik melemah pada awal perdagangan Jakarta
Pergerakan pasar saham Indonesia pada awal sesi Selasa menunjukkan volatilitas setelah Indeks Harga Saham Gabungan sempat naik saat pembukaan. Setelah menyentuh level 6.057, indeks berbalik turun ke 6.026 dalam semenit pertama dengan mayoritas saham masih bergerak stagnan.
Sorotan
- IHSG dibuka naik 19,92 poin ke 6.057 pada 14 Juli 2026, namun berbalik melemah 0,18 persen ke 6.026 dalam semenit pertama.
- Nilai transaksi awal mencapai Rp1,6 triliun dengan volume 1,3 miliar lembar saham, sementara 299 saham menguat dan 157 saham melemah.
- Sektor energi, konsumer siklikal, dan infrastruktur memimpin penguatan, sedangkan keuangan dan konsumer non siklikal mengalami pelemahan.
Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka menguat 19,92 poin atau 0,33 persen ke level 6.057 pada perdagangan Selasa, 14/7/2026. Namun dalam semenit pertama, indeks berbalik arah dan melemah 0,18 persen ke 6.026.Pada fase awal perdagangan itu, sebanyak 299 saham berada di zona hijau, 157 saham melemah, dan 509 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp1,6 triliun dengan volume 1,3 miliar lembar saham.
Di kelompok indeks utama, LQ45 melemah 0,72 persen ke 598, MNC36 turun 0,40 persen ke 261, dan IDX30 terkoreksi 0,71 persen ke 338. Sementara itu, indeks JII justru menguat 0,35 persen ke 357.
Sektor penggerak dan daftar saham teratas
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau, dipimpin energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Adapun sektor yang melemah mencakup konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, dan industri.Saham yang memimpin daftar top gainers adalah PT Berlina Tbk (BRNA), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Di sisi lain, top losers ditempati PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI).
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penguatan saham bank jumbo di BEI, kami mencatat kembalinya minat beli investor asing yang mendorong kenaikan BMRI, BBNI, BBRI, BBTN, dan BBCA. Namun kami juga menekankan bahwa pembelian tersebut masih selektif di tengah tekanan jangka pendek seperti BI Rate 5,75%, pelemahan rupiah, serta arus dana asing yang belum pulih merata.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto