Kemendagri dan UI gelar program peningkatan kapasitas kepala desa untuk dorong kemandirian desa

Kemendagri dan UI gelar program peningkatan kapasitas kepala desa untuk dorong kemandirian desa
Pelatihan kepala desa UI

Upaya memperkuat tata kelola desa kembali didorong lewat pelatihan bagi kepala desa di tengah target pemerataan ekonomi dan pengurangan urbanisasi. Program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan II digelar di Universitas Indonesia pada 14 hingga 16 Juli 2026 dengan melibatkan 434 kepala desa dari 32 provinsi.

Sorotan

  • Pada 14 Juli 2026, Kemendagri dan Universitas Indonesia meluncurkan Program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan II di Depok untuk memperkuat kapasitas kepala desa.
  • Menteri Tito Karnavian menyoroti pentingnya program ini untuk mendukung kebijakan pembangunan dari desa, menekan urbanisasi, serta mengurangi kemiskinan melalui peningkatan kompetensi manajerial dan keuangan desa.
  • Dengan 56 persen penduduk tinggal di kota dan 44 persen di desa, pemerintah mendorong penguatan desa agar mampu menciptakan peluang ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional.

Program pelatihan kepala desa di Depok

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan peningkatan kapasitas kepala desa diperlukan agar desa menjadi lebih mandiri dan mampu menekan perpindahan penduduk ke kota. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan II di Balai Purnomo UI, Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 Juli 2026.

Kemendagri bekerja sama dengan Universitas Indonesia menyelenggarakan program tersebut untuk memperkuat kompetensi kepala desa dalam mengelola dan memajukan wilayahnya. Tito menyatakan langkah itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi serta mengurangi kemiskinan.

Ia juga menjelaskan pemerintah telah menempuh tiga langkah utama untuk memperkuat pemerintahan desa, yakni melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pembentukan kementerian yang secara khusus menangani urusan desa, serta penyediaan dana desa. Menurut Tito, langkah-langkah itu diarahkan untuk mendorong perkembangan desa, membuka lapangan kerja, memberi kontribusi ekonomi, dan memperkuat kemandirian pengelolaan keuangan desa.

Dampak bagi tata kelola dan pembangunan daerah

Melalui program KDMK, para kepala desa dibekali kemampuan manajerial, administrasi, serta keterampilan berpikir inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa. Program ini juga ditujukan untuk menyamakan kompetensi kepala desa dari berbagai latar belakang agar memiliki kemampuan yang lebih setara dalam mengelola pemerintahan dan memajukan masyarakat desa.

Tito mengatakan Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra karena merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa menjadi lebih baik dan memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan desa maupun pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Tito menyebut 56 persen penduduk tinggal di kota dan 44 persen tinggal di perdesaan. Komposisi itu, menurut dia, perlu direspons dengan penguatan desa agar kawasan perdesaan tumbuh semakin kuat dan mampu menciptakan peluang ekonomi di daerah asal.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang operasi tangkap tangan KPK terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani pada Juli 2026, kami mengulas dugaan korupsi yang berjalan sistematis melalui mekanisme birokrasi formal, termasuk pemotongan insentif pegawai dan dugaan aliran dana yang terkait kepentingan elite lokal. Artikel itu juga menyoroti dampaknya terhadap kualitas tata kelola dan pengawasan daerah, terutama ketika dominasi politik dan minimnya oposisi berpotensi melemahkan kontrol atas birokrasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.