OJK proyeksikan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026

OJK proyeksikan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026
BNPL tumbuh hingga 2026

Pertumbuhan pembiayaan buy now pay later, atau BNPL, di sektor perusahaan pembiayaan masih berlanjut kuat hingga Mei 2026 di tengah tantangan dinamika ekonomi. OJK menilai tren ini ditopang perkembangan ekosistem digital serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang fleksibel, terutama dari kelompok usia produktif dan masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Sorotan

  • OJK memproyeksikan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026 meski menghadapi dinamika ekonomi.
  • Per Mei 2026, penyaluran pembiayaan BNPL tembus Rp 13,18 triliun, naik 53,78% yoy, dengan pertumbuhan tetap dobel digit sejak Maret 2026.
  • Rasio NPF gross BNPL naik menjadi 3,44% per Mei 2026 dari 2,99% pada April 2026, mencerminkan risiko kredit yang meningkat seiring pertumbuhan.

Proyeksi pertumbuhan dan capaian Mei 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan diperkirakan tetap melanjutkan tren pertumbuhan positif hingga akhir 2026. Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan proyeksi itu tetap berlaku meskipun sektor ini menghadapi tantangan dari dinamika perekonomian.

Per Mei 2026, penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai Rp 13,18 triliun, naik 53,78% secara tahunan. Laju pertumbuhan ini masih berada pada level dobel digit setelah pada April 2026 pembiayaan tercatat Rp 12,93 triliun, naik 56,92% secara tahunan, dan pada Maret 2026 sebesar Rp 12,81 triliun, tumbuh 55,85%.

Agusman menyebut penguatan kinerja tersebut tidak terlepas dari perkembangan ekosistem digital. Kenaikan kebutuhan akan pembiayaan yang fleksibel juga mendorong permintaan, khususnya dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum memperoleh akses keuangan formal.

Dampak bagi industri pembiayaan

OJK menilai layanan BNPL dan pembiayaan fintech peer to peer, atau P2P lending, tidak saling bersaing secara langsung. Menurut Agusman, keduanya memiliki segmen dan karakteristik berbeda sehingga lebih berperan saling melengkapi dalam ekosistem usaha jasa pembiayaan.

Saat ini terdapat delapan perusahaan pembiayaan yang menyelenggarakan layanan BNPL. Di sisi kualitas pembiayaan, rasio non performing financing, atau NPF, gross BNPL tercatat 3,44% per Mei 2026, memburuk dari 2,99% pada bulan sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan yang tinggi masih disertai tekanan risiko yang perlu dijaga industri.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pemburukan rasio NPF gross industri multifinance hingga Mei 2026, kami menyoroti bagaimana tekanan daya beli dan kenaikan biaya hidup ikut menekan kemampuan bayar nasabah. Kami juga mengulas respons pelaku industri seperti CNAF yang memperketat selektivitas penyaluran pembiayaan serta disiplin manajemen risiko untuk menjaga kualitas portofolio di tengah meningkatnya kredit bermasalah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.