Blok Masela mulai bangun proyek LNG Rp300 triliun di Maluku

Blok Masela mulai bangun proyek LNG Rp300 triliun di Maluku
Blok Masela mulai dibangun

Peresmian groundbreaking fasilitas pengolahan gas alam cair Blok Masela di Laut Arafura menandai kemajuan proyek energi yang tertunda hampir 27 tahun sejak PSC Proyek Abadi diteken pada 1998. Proyek Strategis Nasional ini menjadi salah satu pengembangan gas terbesar Indonesia, dengan konstruksi dijadwalkan dimulai pada 2027 dan produksi ditargetkan pada 2029-2030.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking proyek LNG Blok Masela di Maluku hari ini, mengakhiri penundaan bertahun-tahun dan memulai tahap pembangunan.
  • Blok Gas Abadi Masela milik INPEX Masela Ltd. berstatus Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi mencapai Rp300 triliun dan participating interest 65 persen.
  • Blok Masela memiliki cadangan 3,06 triliun kaki kubik gas dan 119 juta barel kondensat, dengan produksi ditargetkan mulai 2029-2030 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Peresmian awal proyek dan jadwal pengembangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pembangunan fasilitas LNG Blok Masela hari ini di Maluku. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan setelah rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, bahwa kepala negara akan meresmikan groundbreaking proyek tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyatakan proyek itu akhirnya masuk ke tahap pembangunan setelah tertunda selama bertahun-tahun. Ia menyebut kemajuan ini sebagai hasil bersama para pihak yang terlibat, sementara groundbreaking menjadi penanda awal sebelum proyek memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Dampak energi dan skala investasi nasional

Blok Gas Abadi Masela berstatus Proyek Strategis Nasional dan disebut memiliki nilai investasi mencapai Rp300 triliun. Aset yang dioperasikan INPEX Masela Ltd. dengan participating interest 65 persen itu juga termasuk salah satu cadangan gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini.

Blok Masela diperkirakan memiliki cadangan sekitar 3,06 triliun kaki kubik gas dan 119 juta barel kondensat. Produksi ditargetkan mulai pada periode 2029-2030 untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menambah pasokan gas domestik.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang jadwal peresmian groundbreaking proyek onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku, kami menyoroti bahwa agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026 setelah proyek lama tertunda, sementara kepastian kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto masih menunggu koordinasi. Kami juga mencatat bahwa momentum ini dipandang sebagai sinyal percepatan investasi hulu migas dan pengolahan LNG, meski manfaat ekonomi turunannya tetap bergantung pada kelanjutan proyek ke fase konstruksi berikutnya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.