Ashutosh Sureka

Blok Masela mulai groundbreaking fasilitas LNG setelah penundaan puluhan tahun

Blok Masela mulai groundbreaking fasilitas LNG setelah penundaan puluhan tahun
Blok Masela mulai LNG

Pemerintah Indonesia menjadwalkan peletakan batu pertama fasilitas pengolahan gas alam cair untuk Proyek Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sebagai langkah maju bagi proyek yang belum berproduksi sejak kontrak ditandatangani pada 1998. Agenda hari ini melibatkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dengan proyek itu diposisikan sebagai fasilitas produksi gas terbesar di Indonesia.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation memulai groundbreaking fasilitas LNG Proyek Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar setelah penundaan sejak 1998.
  • Penundaan 28 tahun terjadi akibat perdebatan lokasi fasilitas antara offshore dan onshore, yang dianggap sangat mempengaruhi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
  • Groundbreaking pada 11 November 2025 menandakan proyek gas terbesar di Indonesia memasuki fase pembangunan fisik, memberi sinyal kemajuan sektor hulu migas nasional.

Rencana seremoni dan latar penundaan proyek

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menggelar groundbreaking pembangunan fasilitas LNG untuk Proyek Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar. Kontrak bagi hasil proyek ini ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation pada 1998, tetapi hingga kini lapangan tersebut belum masuk tahap produksi.

Bahlil Lahadalia dijadwalkan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi hari ini sekaligus memimpin peletakan batu pertama pembangunan fasilitas produksi gas itu. Pemerintah menempatkan proyek tersebut sebagai pembangunan fasilitas produksi gas terbesar di Indonesia.

Dampak bagi sektor energi dan nilai tambah domestik

Keterlambatan pengembangan Blok Masela selama 28 tahun sebelumnya dijelaskan Bahlil sebagai akibat perdebatan panjang mengenai lokasi fasilitas produksi, apakah dibangun di tengah laut atau di darat. Menurutnya, perdebatan itu berkaitan dengan upaya menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya di Jakarta pada 11 November 2025, Bahlil mengatakan perdebatan soal skema offshore atau onshore telah berlangsung sangat lama. Dengan dimulainya groundbreaking, pemerintah memberi sinyal bahwa proyek gas strategis di Maluku itu memasuki fase pembangunan fisik setelah penantian berkepanjangan di sektor hulu migas Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya, kami membahas jadwal groundbreaking proyek onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku yang direncanakan pada 16 Juli 2026 sebagai sinyal percepatan setelah tertunda bertahun-tahun. Kami juga menyoroti bahwa tahap ini masih awal pekerjaan fisik—belum masuk operasi penuh—serta potensi dampak lanjutan bagi investasi hulu migas dan aktivitas ekonomi turunan seperti konstruksi, logistik, dan layanan penunjang energi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.