Zulkifli Hasan dukung agenda swasembada pangan Prabowo di Jakarta

Zulkifli Hasan dukung agenda swasembada pangan Prabowo di Jakarta
Dukungan swasembada pangan

Dalam seminar nasional di Jakarta Timur pada Kamis, Zulkifli Hasan menilai Presiden Prabowo Subianto memahami arah yang diinginkan para pendiri bangsa Indonesia. Ia mengaitkan penilaian itu dengan dukungannya terhadap program pemerintah yang menekankan swasembada pangan, keberpihakan kepada petani, dan penguasaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

Sorotan

  • Zulkifli Hasan pada seminar nasional di TMII, Jakarta, 16 Juli 2026, menyatakan dukungan bagi agenda swasembada pangan Prabowo dan pengurangan impor beras.
  • Zulkifli menegaskan kebijakan swasembada pangan dan penekanan impor beras akan membawa manfaat ekonomi langsung bagi petani serta mendorong pemerataan kemakmuran.
  • Langkah penyederhanaan aturan pupuk dan kenaikan harga gabah disebut sebagai insentif nyata pemerintah untuk memperkuat sektor pangan dan kesejahteraan desa.

Pernyataan di seminar dan agenda kebijakan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dalam seminar nasional KDKMP di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026), bahwa Prabowo merupakan sosok yang menurutnya memahami cita-cita para pendiri bangsa. Ia juga mengatakan dukungannya kepada Prabowo berangkat dari kesamaan nilai dan pandangan tentang kepentingan rakyat.

Zulkifli Hasan, yang juga akrab disapa Zulhas, menyebut pemahaman itu berkaitan dengan latar belakang keluarga Prabowo sebagai keturunan pejuang serta pendidikan yang diterimanya. Dalam forum tersebut, ia menilai keberanian politik juga menjadi unsur penting dalam menjalankan arah kebijakan yang disebutnya sejalan dengan amanat para pendiri negara.

Ia kemudian menegaskan bahwa salah satu wujud keberpihakan kepada rakyat terlihat pada target swasembada pangan. Menurutnya, isu tersebut tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga kehormatan dan kedaulatan bangsa, terutama dalam kaitannya dengan pengurangan ketergantungan pada impor beras.

Dampak bagi petani dan pengelolaan sumber daya

Zulhas menyatakan bahwa apabila impor beras ditekan, manfaat ekonomi lebih besar akan dinikmati petani dan masyarakat Indonesia. Dalam penjelasannya, ia menempatkan swasembada pangan sebagai kebijakan yang langsung berkaitan dengan pemerataan kemakmuran di dalam negeri.

Ia juga mencontohkan kenaikan harga gabah dan penyederhanaan aturan pupuk sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Menurutnya, langkah itu mendukung penguatan sektor pangan sekaligus menjaga insentif produksi di tingkat desa.

Selain itu, Zulhas menegaskan pemerintah berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, yakni kekayaan alam harus dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ia menilai pengelolaan sumber daya alam oleh negara dapat memperbesar manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan desa, dan memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), pemerintah menegaskan koperasi ini dirancang sebagai infrastruktur ekonomi desa, bukan ritel seperti supermarket. KDKMP diposisikan sebagai off-taker untuk menyerap hasil pertanian saat harga di bawah standar sekaligus menjadi jalur penyaluran bansos dan barang bersubsidi agar distribusi lebih transparan dan terpantau di tingkat desa.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.