PT Bank Raya Indonesia Tbk menuntaskan program pembelian kembali saham yang berlangsung dari 2025 hingga Juni 2026 dengan total penggunaan dana sekitar Rp2,72 miliar. Langkah ini menutup realisasi buyback sebanyak 10,82 juta saham, jauh di bawah plafon anggaran Rp20 miliar yang telah disetujui pemegang saham.
Sorotan
- Bank Raya menuntaskan buyback 10.818.300 saham dengan harga rata-rata Rp190 per saham, total nilai pembelian Rp2,05 miliar hingga Juni 2026.
- Total dana yang dikucurkan dalam program buyback, termasuk biaya pelaksanaan Rp660,50 juta, mencapai sekitar Rp2,72 miliar dari maksimal anggaran Rp20 miliar.
- Perseroan hanya merealisasikan 10,3% dari jumlah saham yang direncanakan dalam buyback, menyisakan sekitar Rp17,28 miliar dari anggaran yang disetujui.
Rincian pelaksanaan buyback hingga Juni 2026
Menurut Kontan, mengutip keterbukaan informasi di BEI, program buyback Bank Raya berakhir pada 25 Juni 2026, sesuai periode pelaksanaan dalam Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia menyatakan buyback dijalankan berdasarkan persetujuan OJK dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2025 yang digelar pada 25 Juni 2025. Dalam pelaksanaannya, perseroan membeli kembali 10.818.300 saham dengan harga rata-rata Rp190 per saham, sehingga nilai pembelian mencapai Rp2.055.462.687.
Selain nilai pembelian saham, Bank Raya juga mengeluarkan biaya pelaksanaan buyback sebesar Rp660,50 juta. Dengan demikian, total dana yang dikucurkan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp2,72 miliar.
Dampak pada struktur modal dan sisa anggaran
Anggaran buyback yang disetujui dalam RUPST mencapai maksimal Rp20 miliar, termasuk biaya transaksi dan pajak. Hingga program berakhir, perseroan masih menyisakan sekitar Rp17,28 miliar yang tidak terealisasi.Sepanjang periode buyback, transaksi dilakukan bertahap sejak 19 Desember 2025 hingga 5 Juni 2026. Pembelian terbesar terjadi pada 30 Desember 2025 sebanyak 2,14 juta saham, disusul 17 Maret 2026 sebanyak 1,91 juta saham dan 29 Mei 2026 sebanyak 1,82 juta saham.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang dibeli kembali setara sekitar 10,3% dari total saham yang direncanakan untuk dibeli berdasarkan persetujuan RUPST. Perseroan menyatakan program ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan struktur permodalan serta memberi fleksibilitas dalam pengelolaan saham treasuri sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam artikel kami sebelumnya, buyback saham BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) dilaporkan masih berjalan hingga September 2026 di tengah volatilitas pasar. Hingga 30 Juni 2026, BRI telah merealisasikan pembelian kembali 18 juta saham dan menyatakan saham hasil buyback 2026 akan dialihkan setelah memperoleh persetujuan RUPS, sekaligus menyoroti posisi saham treasuri dari buyback tahun-tahun sebelumnya yang belum dialihkan untuk program kepemilikan saham dan kebutuhan lain sesuai ketentuan OJK.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto