Adira Finance nilai kenaikan harga BBM dorong prospek pembiayaan kendaraan listrik
Kenaikan harga bahan bakar minyak pada awal Maret 2026 memperkuat pandangan bahwa kendaraan listrik makin dipertimbangkan sebagai opsi transportasi yang lebih efisien. Di tengah pergeseran itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk melihat segmen kendaraan listrik memiliki ruang pertumbuhan, meski adopsinya masih bergantung pada infrastruktur, insentif, dan harga kendaraan.
Sorotan
- Kenaikan harga BBM dinilai Adira Finance sebagai pendorong prospek pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik, meski ekosistem pendukung masih berkembang bertahap.
- Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan mobil listrik Adira Finance mencapai sekitar Rp326 miliar melalui strategi selektif, kemitraan dealer, dan manajemen risiko ketat.
- Data OJK mencatat pembiayaan mobil listrik roda empat industri multifinance tumbuh 29,16% secara tahunan menjadi Rp20,06 triliun per Mei 2026, didominasi kendaraan hybrid Rp11,74 triliun.
Prospek pembiayaan kendaraan listrik
Seperti dilaporkan KONTAN, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan potensi kenaikan harga BBM dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik dalam jangka panjang. Ia menekankan keputusan konsumen tetap ditentukan oleh sejumlah faktor lain, termasuk harga kendaraan, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, insentif pemerintah, serta kesiapan layanan purna jual.Adira Finance menilai kendaraan listrik sebagai salah satu segmen dengan prospek pertumbuhan ke depan, tetapi lajunya diperkirakan berlangsung bertahap karena ekosistemnya masih terus berkembang. Menurut perusahaan, penguatan ekosistem masih diperlukan, terutama pada pemerataan stasiun pengisian daya, layanan purna jual, dan kepastian nilai jual kembali kendaraan di pasar sekunder.
Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan mobil listrik Adira Finance tercatat sekitar Rp326 miliar. Untuk menangkap peluang itu, perseroan menyatakan akan menjalankan strategi secara selektif dan prudent melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan agen pemegang merek, penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif, serta penerapan underwriting dan pengelolaan risiko yang memadai.
Pertumbuhan industri multifinance dan tantangannya
Pandangan Adira Finance sejalan dengan penilaian Otoritas Jasa Keuangan yang menyebut kenaikan harga BBM berpotensi menggeser minat masyarakat ke kendaraan listrik. Data OJK menunjukkan pembiayaan mobil listrik roda empat oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026, tumbuh 29,16% secara tahunan.Nilai itu setara dengan 3,69% dari total pembiayaan multifinance dan masih didominasi pembiayaan kendaraan hybrid sebesar Rp11,74 triliun. Angka tersebut menunjukkan minat terhadap pembiayaan kendaraan elektrifikasi terus meningkat, tetapi struktur pasar masih memperlihatkan bahwa kendaraan hybrid memegang porsi terbesar di tengah proses transisi konsumen dan kesiapan ekosistem otomotif nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang skema pajak progresif untuk mobil listrik di Jakarta, kami menjelaskan bahwa mobil listrik tetap dihitung dalam urutan kepemilikan sehingga bisa masuk tarif progresif sebagai kendaraan kedua atau berikutnya. Meski begitu, kendaraan listrik berbasis baterai tetap menikmati insentif PKB 0 persen, sehingga pajak yang dibayarkan untuk mobil listrik tetap Rp0 sekalipun terkena urutan progresif.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto