Zurich Syariah catat kontribusi bruto tumbuh 20% di semester I-2026
Di tengah tekanan pada industri asuransi umum, Zurich Syariah membukukan pertumbuhan kontribusi bruto sekitar 20% secara tahunan menjadi Rp370 miliar hingga Juni 2026. Kenaikan ini ditopang terutama oleh lini asuransi kendaraan bermotor, dengan bisnis perjalanan dan properti juga ikut memberi kontribusi positif.
Sorotan
- Zurich General Takaful Indonesia membukukan pertumbuhan kontribusi bruto 20% pada semester I-2026, didorong segmen asuransi kendaraan bermotor.
- Portofolio bisnis perjalanan dan properti turut memperkuat pertumbuhan, dengan fokus strategis pada digitalisasi, kemitraan distribusi, dan manajemen risiko disiplin.
- Kontras dengan kontraksi premi 5,03% industri asuransi umum ke Rp62,76 triliun, Zurich Syariah menegaskan potensi ekspansi asuransi syariah pada 2026.
Pertumbuhan semester pertama dan strategi 2026
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Zurich General Takaful Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang semester I-2026 ketika permintaan perlindungan berbasis syariah tetap berkembang. Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan capaian tersebut juga mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perseroan.Menurut Hilman, pertumbuhan kontribusi bruto mayoritas masih ditopang segmen asuransi kendaraan bermotor yang menjadi kontributor terbesar dalam portofolio Zurich Syariah. Segmen itu tumbuh solid seiring permintaan yang tetap baik dan meningkatnya kesadaran masyarakat atas pentingnya perlindungan kendaraan.
Selain kendaraan bermotor, lini bisnis perjalanan dan properti turut menyumbang pertumbuhan pada periode tersebut. Untuk menjaga momentum hingga akhir tahun, perusahaan berfokus pada penguatan kemitraan distribusi, peningkatan kapabilitas digital guna memperkuat pengalaman nasabah, serta penerapan underwriting dan manajemen risiko yang disiplin.
Dampak terhadap industri asuransi syariah
Optimisme Zurich Syariah muncul ketika kinerja industri asuransi umum masih tertekan. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 5,03% secara tahunan menjadi Rp62,76 triliun per Mei 2026, melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat sejak April 2026.Meski demikian, kondisi permodalan industri secara agregat masih terjaga. OJK mencatat risk based capital industri asuransi umum dan reasuransi berada di level 319,12% per Mei 2026, jauh di atas batas minimum 120%, walau pendapatan premi masih tertekan akibat perlambatan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor.
Kondisi ini menempatkan pertumbuhan Zurich Syariah sebagai sinyal bahwa ceruk asuransi syariah masih memiliki ruang ekspansi pada 2026. Perusahaan menyatakan ingin terus memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan syariah sambil menjaga kualitas bisnis dan profitabilitas yang sehat.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pemulihan kinerja asuransi syariah pada Mei 2026, OJK mencatat kontribusi industri naik menjadi Rp9,15 triliun dari Rp7,35 triliun pada April 2026, seiring permintaan proteksi berbasis syariah yang tetap kuat. Artikel tersebut juga menyoroti kenaikan aset asuransi jiwa syariah serta faktor pendorongnya, termasuk normalisasi aktivitas ekonomi pasca-Ramadan dan meningkatnya kesadaran proteksi serta literasi keuangan syariah.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto