Bank syariah di Indonesia terus memperkuat penghimpunan dana murah untuk menjaga efisiensi biaya dana di tengah persaingan likuiditas yang makin ketat. Hingga pertengahan 2026, sejumlah bank mencatat pertumbuhan CASA dan kenaikan rasio dana murah, meski hasilnya belum merata di seluruh industri.
Sorotan
- Bank syariah memperkuat penghimpunan CASA dengan penguatan ekosistem syariah, percepatan digitalisasi, dan optimalisasi struktur pendanaan untuk menjaga efisiensi biaya dana.
- Bank Mega Syariah mencatat penurunan CASA 10,29% yoy menjadi Rp 3,35 triliun per Mei 2026, namun rasio CASA naik ke 35,62% dari 33,05%.
- Strategi menjaga keseimbangan pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset tetap menjadi fokus di tengah ketatnya kompetisi likuiditas industri perbankan syariah.
Dorongan ekosistem dan efisiensi biaya dana
KONTAN melaporkan, penguatan ekosistem syariah, percepatan digitalisasi, dan optimalisasi struktur pendanaan menjadi langkah utama bank syariah untuk menjaga biaya dana tetap kompetitif sekaligus menopang ekspansi pembiayaan. Kinerja CASA dipandang sebagai indikator penting karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi pendanaan di tengah kompetisi likuiditas yang semakin ketat.
Wisnu Sunandar mengatakan ekosistem haji dan layanan bullion bank tetap menjadi fokus utama BSI dalam memperkuat komposisi dana murah. Perseroan juga secara konsisten mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di berbagai kota.
Dinamika industri dan hasil yang belum merata
Di sisi lain, Bank Mega Syariah membukukan CASA Rp 3,35 triliun per Mei 2026, turun 10,29% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, rasio CASA perseroan tetap naik menjadi 35,62% dari 33,05%, menunjukkan upaya perbaikan komposisi pendanaan masih berjalan.Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset di tengah dinamika industri perbankan. Menurut dia, strategi itu penting agar bank dapat tumbuh sehat dan menjaga relevansi layanan keuangan syariah bagi masyarakat.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan asuransi syariah Zurich Syariah pada semester I-2026, Zurich Syariah mencatat kenaikan kontribusi bruto sekitar 20% yoy menjadi Rp370 miliar, terutama ditopang segmen asuransi kendaraan bermotor, dengan bisnis perjalanan dan properti turut memperkuat kinerja. Laporan tersebut juga menekankan fokus perusahaan pada digitalisasi, perluasan kemitraan distribusi, serta manajemen risiko yang disiplin di tengah kontraksi industri asuransi umum, sebagai sinyal ruang ekspansi layanan keuangan syariah pada 2026.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto