BEI catat AGAR pimpin penguatan mingguan, JELI jadi saham dengan koreksi terdalam

BEI catat AGAR pimpin penguatan mingguan, JELI jadi saham dengan koreksi terdalam
AGAR unggul, JELI tertekan

Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia pada periode 13–17 Juli 2026 menunjukkan volatilitas tinggi, dengan sejumlah emiten membukukan lonjakan tajam sementara sebagian lainnya mengalami tekanan besar. Dalam rentang sepekan itu, AGAR menjadi pencetak kenaikan tertinggi dan JELI memimpin daftar saham dengan penurunan terbesar.

Sorotan

  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) memimpin top gainers dengan lonjakan 138,21 persen, naik dari 212 menjadi 505 hingga 17 Juli 2026.
  • PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi top loser dengan penurunan harga 40,13 persen, dari 1.495 ke 895 selama 13–17 Juli 2026.
  • Daftar top gainers dan losers BEI menunjukkan volatilitas tinggi dengan beberapa saham mencatat perubahan harga lebih dari 30 persen dalam sepekan.

Pergerakan saham unggulan pekan 13–17 Juli 2026

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, statistik mingguan Bursa Efek Indonesia menempatkan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebagai top gainer setelah sahamnya melonjak 138,21 persen dalam sepekan. Harga AGAR naik dari 212 pada pekan sebelumnya menjadi 505 pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.

Posisi kedua top gainers ditempati PRDL yang menguat 77,06 persen, dari 218 menjadi 386. KBLV menyusul dengan kenaikan 69,14 persen dari 81 menjadi 137, sementara MLPT naik 59,70 persen dari 18.300 menjadi 29.225.

Saham BKDP juga mencatat kenaikan 46,60 persen dan RONY melesat 44,15 persen. Selain itu, VKTR dan ALKA masing-masing naik 35,58 persen dan 35,51 persen, sedangkan HOPE menguat 35,00 persen dan VERN bertambah 34,01 persen.

Dampak volatilitas pada peta perdagangan BEI

Di sisi pelemahan, PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi saham dengan koreksi terdalam selama sepekan. Harga sahamnya turun 40,13 persen dari 1.495 menjadi 895.

Pergerakan tajam pada daftar top gainers dan top losers ini mencerminkan tingginya fluktuasi perdagangan di BEI sepanjang periode tersebut. Bagi pelaku pasar, perubahan harga yang lebar dalam waktu singkat menegaskan pentingnya mencermati momentum perdagangan serta risiko pada saham-saham dengan pergerakan paling agresif.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG dan lonjakan aktivitas perdagangan di BEI, kami mencatat indeks naik 4,24% ke 6.175,535 disertai kenaikan volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian. Kami juga menyoroti dampaknya pada kapitalisasi pasar yang bertambah sekitar Rp409 triliun menjadi Rp10.749 triliun, mencerminkan sentimen dan partisipasi investor yang menguat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.