BEI catat empat calon emiten, sektor kesehatan dominasi pipeline IPO
Minat penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih terjaga hingga pertengahan Juli 2026, terlihat dari masih adanya empat perusahaan yang mengantre untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Dua dari calon emiten tersebut berasal dari sektor kesehatan, sementara pipeline pendanaan lain melalui obligasi, sukuk, dan rights issue juga tetap berjalan.
Sorotan
- Sepanjang tahun berjalan hingga 17 Juli 2026, tujuh perusahaan menggelar IPO dengan total dana terhimpun Rp2,16 triliun, sementara empat calon emiten masih antre.
- Dari empat pipeline IPO, dua perusahaan berasal dari sektor healthcare dan dua perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, menandakan dominasi sektor kesehatan dan perusahaan besar.
- Hingga 17 Juli 2026, penghimpunan dana melalui EBUS mencapai Rp103,86 triliun dari 114 emisi, dan rights issue mengumpulkan Rp10,69 triliun dari 15 perusahaan.
Komposisi pipeline IPO hingga 17 Juli 2026
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data pipeline Bursa Efek Indonesia menunjukkan sepanjang tahun berjalan hingga 17 Juli 2026 sudah ada tujuh perusahaan yang melaksanakan IPO dengan total dana terhimpun Rp2,16 triliun. Dalam antrean pencatatan saham, masih terdapat empat perusahaan yang bersiap melantai di pasar modal.Dari sisi ukuran aset, dua calon emiten tercatat sebagai perusahaan beraset besar dengan total aset di atas Rp250 miliar. Dua perusahaan lainnya masuk kategori aset kecil dengan total aset di bawah Rp50 miliar, sementara tidak ada perusahaan beraset menengah dalam pipeline IPO saat ini.
Berdasarkan sektor usaha, dua perusahaan berasal dari sektor healthcare, sedangkan masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals. Susunan ini menunjukkan sektor kesehatan masih aktif memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan untuk ekspansi usaha.
Aktivitas obligasi, sukuk, dan rights issue
Selain penawaran saham perdana, BEI juga mencatat penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang tetap tinggi. Hingga 17 Juli 2026, telah diterbitkan 114 emisi dari 62 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp103,86 triliun.Di sisi lain, masih ada 11 emisi dari sembilan penerbit yang berada dalam pipeline penerbitan EBUS, dengan sektor energi menjadi kontributor terbesar. Untuk rights issue, hingga pertengahan Juli 2026 aksi korporasi ini sudah dilakukan oleh 15 perusahaan dengan dana terhimpun Rp10,69 triliun.
Saat ini, pipeline rights issue di BEI tinggal menyisakan satu perusahaan dari sektor properti dan real estat. Gambaran ini menandakan aktivitas pendanaan korporasi di pasar modal Indonesia masih tersebar di beberapa instrumen, meski antrean IPO saat ini relatif terbatas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG dan lonjakan aktivitas perdagangan di BEI, kami mencatat indeks naik 4,24% ke 6.175,535 yang turut mendorong kapitalisasi pasar bertambah menjadi Rp10.749 triliun. Kami juga menyoroti kenaikan rata-rata volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian sebagai sinyal menguatnya sentimen investor di pasar saham Indonesia.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto