Pemerintah Indonesia soroti cakupan subsidi LPG bagi 66,4 juta rumah tangga
Dalam rapat kabinet di Jakarta, pemerintah menekankan luasnya jangkauan subsidi LPG yang kini mencakup 66,4 juta rumah tangga. Presiden Prabowo Subianto menyebut skala penerima itu setara dua kali penduduk Malaysia dan 12 kali penduduk Singapura, sebagai gambaran besarnya belanja perlindungan sosial negara.
Sorotan
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan subsidi LPG telah menjangkau 66,4 juta rumah tangga pada Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026.
- Program Keluarga Harapan memberikan bantuan Rp 75.000 hingga Rp 250.000 per bulan kepada 10 juta keluarga, sedangkan Kartu Indonesia Pintar mencakup 1,2 juta mahasiswa.
- Fokus kebijakan pemerintah tetap pada perlindungan sosial melalui anggaran subsidi energi, bantuan tunai, pendidikan, dan kesehatan sebagai pilar utama belanja fiskal.
Capaian subsidi dan bantuan sosial
Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7/2026) bahwa subsidi LPG telah diterima 66,4 juta rumah tangga. Ia menilai jumlah tersebut menunjukkan capaian besar pemerintah dalam memperluas dukungan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.Prabowo mengatakan angka penerima subsidi itu lebih besar dua kali dari jumlah penduduk Malaysia dan 12 kali dari jumlah penduduk Singapura. Ia juga menyatakan para menteri patut bangga menjadi bagian dari pemerintah Indonesia karena capaian tersebut, yang menurutnya kerap tidak disadari sebagai prestasi bersama.
Dalam pemaparannya, Prabowo juga menyebut Program Keluarga Harapan menjangkau 10 juta keluarga dengan bantuan Rp 75.000 hingga Rp 250.000 per bulan. Selain itu, ia menyinggung sekolah rakyat untuk keluarga miskin serta Kartu Indonesia Pintar bagi 1,2 juta mahasiswa, yang mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal dan uang saku Rp 800.000 hingga Rp 1,4 juta.
Dampak fiskal dan fokus perlindungan sosial
Rangkaian program yang dipaparkan menunjukkan pemerintah tetap menempatkan subsidi energi, bantuan tunai, pendidikan, dan kesehatan sebagai instrumen utama perlindungan sosial. Penekanan pada besarnya jumlah penerima juga memperlihatkan arah kebijakan yang berfokus pada daya beli rumah tangga miskin dan rentan di Indonesia.Prabowo menegaskan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin sangat besar, seraya memasukkan bansos dan subsidi kesehatan dalam daftar program prioritas. Bagi sektor kebijakan publik dan fiskal, pernyataan ini menandakan bahwa belanja sosial masih menjadi salah satu pilar utama agenda pemerintah saat ini.
Paparan subsidi energi dan bantuan pangan dalam Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026 sebelumnya kami soroti sebagai gambaran skala dukungan pemerintah kepada rumah tangga, mulai dari subsidi LPG untuk 66,4 juta rumah tangga hingga subsidi/kompensasi listrik dan Pertalite serta distribusi beras dan minyak goreng. Dalam ulasan itu, penekanan Prabowo pada besarnya cakupan program dibaca sebagai pesan tentang kekuatan kapasitas fiskal dan ketahanan ekonomi Indonesia, sekaligus upaya menjaga daya beli melalui perlindungan sosial.
Berita Italy Terbaru
- Forex
- Crypto