Rekap pasar saham: S&P 500 naik 0,32%, Nasdaq naik 0,14% tetapi mungkin turun menjelang data inflasi PPI

Rekap pasar saham: S&P 500 naik 0,32%, Nasdaq naik 0,14% tetapi mungkin turun menjelang data inflasi PPI
Pasar menguat; PPI dapat memicu pullback

Saham berjangka AS sedikit lebih rendah pada hari Kamis, menyusul rekor penutupan berturut-turut untuk indeks-indeks utama, karena para investor menunggu data inflasi baru yang dapat memandu kebijakan Federal Reserve.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Pasar Global

- S & P 500: 6,466.58, + 0.32%

- NASDAQ: 21,713.14, +0.14%.

- DJIA: 44,922.27, +1.04%

- FTSE 100: 9,163.60, -0.02%

- NIKKEI: 42,649.26, -1.45%

- HSI: 25,519.32, -0.37%

- SHANGHAI: 3,666.44, -0.46%

Saham-saham AS mempertahankan kenaikan karena investor mengamati PPI

Saham-saham AS telah menunjukkan ketahanan saat pasar mendekati rekor tertinggi, meskipun ada ketidakpastian yang akan datang seputar Indeks Harga Produsen (PPI), perkembangan perdagangan global, dan ketegangan geopolitik.

Pada hari ini, S&P 500 berada di 6.466,58, naik 0,32%, sementara Nasdaq 100 berada di 21.713,14, naik 0,14%. Dow Jones Industrial Average (DJIA) melanjutkan tren positifnya, naik 1,04% pada 44.922,27, mencerminkan kekuatan pasar secara luas. Namun, para analis mencatat bahwa para investor memantau PPI dengan seksama, yang dapat memicu volatilitas jangka pendek jika angka tersebut berbeda dari ekspektasi.

Pasar Global: sentimen beragam

Pasar Eropa sebagian besar datar, dengan FTSE 100 di 9.163,60, turun 0,02%, karena para pedagang tetap berhati-hati menjelang sinyal-sinyal bank sentral dan pertemuan-pertemuan internasional. Di Asia, pasar melihat gambaran yang beragam: Nikkei 225 Jepang turun 1,45% menjadi 42.649,26, Hang Seng Hong Kong turun 0,37% menjadi 25.519,32, dan Shanghai Composite RRT tergelincir 0,46% menjadi 3.666,44. Sentimen investor di Asia dipengaruhi oleh data ekonomi regional dan antisipasi terhadap perkembangan perdagangan AS-Tiongkok.

Pasar Asia: sebagian besar melemah

Pasar Asia sebagian besar mengalami penurunan pada hari Kamis karena para investor mencerna data pinjaman bank yang lebih lemah daripada perkiraan dari RRT dan menunggu perkembangan penting dalam pembicaraan terkait Ukraina.

Indeks Shanghai Composite turun 0,46% menjadi 3,666.44 setelah data pinjaman bank di bulan Juli menunjukkan kontraksi pertama dalam dua dekade terakhir, yang menandakan kondisi kredit yang lebih ketat.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,37% menjadi 25.519,32 setelah sempat menyentuh level tertinggi tahun 2025 di 25.767. Saham Tencent Holdings naik sekitar 1% menyusul pendapatan kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan.

Sementara itu, pasar Jepang turun dari level rekornya karena yen menguat untuk hari ketiga berturut-turut, didorong oleh ekspektasi akan berlanjutnya dukungan kebijakan Bank of Japan.

Saham-saham Eropa menunjukkan kenaikan moderat

Pada awal perdagangan hari Kamis, sebagian besar saham Eropa menguat, dengan indeks STOXX 600 naik tipis 0,2% karena sebagian besar sektor membukukan kenaikan moderat.

DAX Jerman naik sekitar 0,3%, sementara CAC 40 Perancis juga naik sekitar 0,3%. Sebaliknya, FTSE 100 London tergelincir sedikit, turun 0,2%, mencerminkan sentimen investor yang beragam di seluruh wilayah.

Faktor-faktor makroekonomi dan prospek pasar

Rally baru-baru ini di Wall Street telah didukung oleh angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dan optimisme tentang potensi penyesuaian kebijakan Federal Reserve. Meskipun begitu, laporan PPI yang akan datang akan menjadi katalisator utama untuk arah pasar. PPI yang lebih kuat dari perkiraan dapat menyebabkan kemunduran pasar, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, sementara angka yang lebih lunak dapat mempertahankan momentum kenaikan saat ini.

Para trader disarankan untuk tetap waspada dalam beberapa hari mendatang, karena indeks AS mendekati rekor. Volatilitas dapat meningkat karena para pelaku pasar bereaksi terhadap sinyal inflasi, perkembangan geopolitik, dan data ekonomi global. S&P 500 dan Nasdaq 100 siap untuk mencapai level tertinggi baru, tetapi jalan ke depan mungkin termasuk koreksi jangka pendek menjelang rilis PPI.

Kami juga menulis sebelumnya bahwa saham Nvidia turun di bawah $182 karena para trader mengukur risiko menjelang laporan keuangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.