Pembiayaan modal ventura Indonesia tumbuh 1,34% per September 2026

Pembiayaan modal ventura Indonesia tumbuh 1,34% per September 2026
Ventura tumbuh 1,34%

Kinerja industri modal ventura di Indonesia menunjukkan perbaikan bertahap pada September 2026 setelah sempat tertekan pada pertengahan tahun. Nilai pembiayaan mencapai Rp 16,50 triliun, sementara aset industri naik menjadi Rp 27,51 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sorotan

  • Pembiayaan modal ventura Indonesia per September 2026 tercatat Rp 16,50 triliun, tumbuh 1,34% dari Rp 16,29 triliun pada September 2025.
  • Pertumbuhan pembiayaan modal ventura meningkat pada September 2026 (1,34%) dibanding Agustus 2026 (1,05%), sementara aset industri mencapai Rp 27,51 triliun, naik 2,8% yoy.
  • OJK menyoroti peluang pengembangan pembiayaan pada sektor hijau sebagai respons terhadap makin tingginya perhatian pada investasi berkelanjutan.

Pertumbuhan pembiayaan dan aset per September 2026

Seperti dilaporkan Kontan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, OJK, mencatat pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,50 triliun per September 2026. Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan nilai tersebut tumbuh 1,34% dibanding posisi September 2025 yang sebesar Rp 16,29 triliun.

Agusman menyampaikan hal itu dalam konferensi pers RDK OJK pada Kamis, 5 November 2026. Berdasarkan data OJK, laju pertumbuhan industri pada September 2026 meningkat dibandingkan Agustus 2026, ketika pembiayaan modal ventura tumbuh 1,05% secara tahunan dengan nilai yang juga mencapai Rp 16,50 triliun.

Pada Juli 2026, pembiayaan modal ventura masih mengalami kontraksi 0,46% dengan nilai Rp 16,32 triliun. Sementara itu, nilai aset industri modal ventura per September 2026 tercatat Rp 27,51 triliun, naik 2,8% dari Rp 26,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arah pengembangan industri dan fokus risiko

Dalam penyaluran pembiayaan, Agusman menekankan industri tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta pelindungan konsumen. Penekanan itu mencerminkan upaya regulator menjaga pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan kualitas portofolio industri.

Untuk mendorong kinerja ke depan, OJK melihat sektor hijau dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Peluang itu dinilai dapat terus berkembang pada usaha-usaha yang mendukung pembiayaan berkelanjutan, seiring meningkatnya perhatian terhadap investasi dengan dampak lingkungan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang POJK 17/2026 terkait rencana bisnis bank, kami mengulas langkah OJK memperketat kerangka penyusunan rencana bisnis agar lebih realistis, adaptif, dan berbasis risiko. Aturan ini menegaskan rencana bisnis sebagai instrumen strategis untuk tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus memberi OJK akses informasi yang lebih komprehensif untuk pengawasan forward looking seiring transformasi digital perbankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.