Meningkatnya minat generasi muda terhadap pasar modal mendorong perlunya pemahaman dasar yang lebih kuat sebelum mengambil keputusan investasi. Otoritas Jasa Keuangan menekankan bahwa konsistensi, pengelolaan risiko, dan kewaspadaan terhadap penipuan menjadi bagian penting dalam membangun strategi investasi jangka panjang.
Sorotan
- OJK melalui Eddy Manindo menegaskan pentingnya kesabaran, disiplin, dan investasi rutin serta memahami siklus pasar dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 7 November 2026.
- OJK mendorong investor pemula untuk mengenali profil risiko, melakukan diversifikasi, dan berfokus pada tujuan supaya tidak mudah terpengaruh rumor atau ajakan spekulatif.
- OJK memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran keuntungan instan dan penipuan investasi, menegaskan peran literasi keuangan dalam menjaga perilaku investasi yang sehat.
Prinsip investasi yang ditekankan OJK
Menurut Okezone Economy, mengutip Otoritas Jasa Keuangan melalui Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo, investasi merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan disiplin. Pernyataan itu disampaikan dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada Sabtu, 7 November 2026.Eddy mengatakan investor tidak perlu memulai dengan dana besar, selama langkah investasi dilakukan secara rutin dan konsisten. Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan pasar berlangsung dalam siklus, sehingga koreksi perlu dipahami sebagai bagian dari perjalanan investasi, bukan akhir dari strategi yang dijalankan.
Selain itu, investor diminta memahami profil risiko dan melakukan diversifikasi. OJK juga menekankan pentingnya tetap fokus pada tujuan investasi agar pelaku pasar, khususnya pemula, tidak mudah terpengaruh rumor atau ajakan ikut-ikutan.
Dampak bagi investor ritel dan literasi pasar modal
Pesan tersebut menyoroti fokus regulator pada penguatan literasi keuangan di tengah bertambahnya partisipasi investor ritel di Indonesia. Bagi investor pemula, penekanan pada disiplin dan pengelolaan risiko dapat membantu membentuk perilaku investasi yang lebih terukur dan tidak semata mengejar keuntungan jangka pendek.OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan instan, seiring masih adanya berbagai modus penipuan investasi. Peringatan ini menempatkan kewaspadaan terhadap penawaran ilegal sebagai bagian dari keputusan investasi yang sehat, bersama dengan konsistensi dan pemahaman atas risiko pasar.
Sorotan OJK terhadap risiko kredit macet di industri fintech lending menjadi fokus dalam ulasan kami sebelumnya, terutama terkait praktik “gali lubang tutup lubang” saat peminjam mengambil pinjaman baru untuk menutup utang lama. OJK mendorong platform memperketat analisis kemampuan bayar, pemetaan profil risiko, serta manajemen risiko dan credit scoring, seiring kenaikan TWP90 dan pelonggaran batas jumlah platform yang berpotensi memicu pinjaman berlapis.
- Forex
- Crypto