OJK catat arus keluar asing picu koreksi tajam IHSG pada Oktober
Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan besar pada Oktober 2026 ketika sentimen investor memburuk di tengah ketidakpastian global. Pada periode yang sama, pengumuman MSCI mengenai konsultasi reklasifikasi status pasar modal Indonesia turut mendorong net sell investor asing sebesar Rp16,88 triliun.
Sorotan
- IHSG terkoreksi 16,7 persen secara bulanan ke level 5.057 per akhir Oktober 2026 akibat arus keluar asing dan ketidakpastian global.
- Kapitalisasi pasar BEI turun 17,14 persen ke Rp8.862 triliun pada Oktober 2026, anjlok 40,35 persen dari Oktober 2025.
- Volume perdagangan saham naik 26,81 persen menjadi 967,83 miliar saham dan nilai transaksi harian rata-rata meningkat ke Rp16,31 triliun pada Oktober 2026.
Tekanan pasar dan arus keluar asing
Menurut Okezone, mengutip Otoritas Jasa Keuangan, aksi jual investor asing selama Oktober 2026 beriringan dengan pelemahan tajam pasar saham domestik. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi mengatakan dinamika persepsi risiko investor, ketidakpastian global, dan pengumuman MSCI atas konsultasi reklasifikasi status Indonesia memengaruhi pergerakan pasar modal dalam negeri.Dalam Konferensi Pers RDKB Oktober pada Kamis, 5 November 2026, Hasan menyatakan IHSG terkoreksi 16,7 persen secara bulanan dan ditutup di level 5.057 pada akhir Oktober 2026. Pelemahan itu juga menekan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp8.862 triliun, turun 17,14 persen dari Rp10.695 triliun pada September 2026.
Dibandingkan dengan Oktober 2025, ketika kapitalisasi pasar masih mencapai Rp14.857 triliun, nilai pasar BEI telah menyusut 40,35 persen. Angka tersebut menunjukkan tekanan yang meluas pada valuasi pasar saham Indonesia di tengah perubahan persepsi risiko terhadap aset domestik.
Peningkatan aktivitas transaksi di tengah koreksi
Meski indeks melemah tajam, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia justru meningkat dari sisi volume dan nilai transaksi. Sepanjang Oktober 2026, total volume perdagangan saham mencapai 967,83 miliar saham, naik 26,81 persen dibandingkan 763,23 miliar saham pada September 2026.Nilai transaksi saham juga meningkat 9,17 persen menjadi Rp358,88 triliun dari Rp328,75 triliun pada bulan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat Rp16,31 triliun, lebih tinggi dari Rp14,94 triliun pada September 2026, menandakan aktivitas pasar tetap ramai meski tekanan jual mendominasi arah indeks.
Kami sebelumnya membahas tekanan pelemahan IHSG sepanjang kuartal III-2026 terhadap prospek bisnis perusahaan sekuritas di Indonesia. Dalam ulasan tersebut, penurunan harga saham, nilai dan frekuensi transaksi, serta sikap wait and see investor dinilai berisiko menekan pendapatan komisi, penggunaan margin trading, dan aktivitas penjaminan emisi. Artikel itu juga menyoroti perlunya diversifikasi produk, penguatan edukasi investor, dan efisiensi platform agar perusahaan sekuritas tetap kompetitif di tengah volatilitas.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto