Bank Indonesia menyatakan inflasi IHK Juni 2026 tetap dalam kisaran sasaran
Stabilitas harga konsumen di Indonesia tetap terjaga pada Juni 2026, dengan inflasi indeks harga konsumen masih berada dalam koridor sasaran 2,5±1%. Laju inflasi bulanan mencapai 0,44% dan membawa inflasi tahunan menjadi 3,34%, ditopang konsistensi kebijakan moneter serta koordinasi pengendalian inflasi pusat dan daerah.
Sorotan
- Inflasi IHK Juni 2026 tetap terkendali dalam sasaran, didukung sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia, pemerintah, TPIP, dan TPID.
- Inflasi inti Juni 2026 naik tipis secara tahunan menjadi 2,76% dari 2,59%, terutama akibat harga komoditas internasional yang tinggi.
- Inflasi administered prices melonjak ke 1,41% bulanan dan 3,42% tahunan dipicu kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, dan harga avtur.
Rincian inflasi Juni 2026
Menurut Bank Indonesia, mengutip data yang dirilis BPS-Statistics Indonesia, inflasi IHK pada Juni 2026 tetap terkendali di dalam sasaran, sementara bank sentral menilai kondisi itu didukung sinergi pengendalian inflasi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.Bank Indonesia menyatakan inflasi inti juga tetap terkendali. Inflasi inti pada Juni 2026 tercatat 0,23% secara bulanan, relatif stabil dibandingkan 0,22% pada periode sebelumnya, sedangkan secara tahunan naik menjadi 2,76% dari 2,59% pada bulan sebelumnya. Perkembangan terbaru inflasi inti terutama dipengaruhi tingginya harga komoditas internasional di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.
Inflasi kelompok volatile food juga tetap terkendali. Kelompok ini mencatat inflasi 0,14% secara bulanan, lebih rendah dari 0,22% pada periode sebelumnya. Komoditas utama penyumbang inflasi pada periode laporan adalah bawang merah, bawang putih, dan beras, sejalan dengan penurunan produksi di sentra produksi, kenaikan biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat 5,58%, turun dari 6,24% pada periode sebelumnya.
Dampak harga energi dan prospek 2026-2027
Kelompok administered prices mengalami kenaikan inflasi yang lebih tinggi pada Juni 2026. Inflasi kelompok ini tercatat 1,41% secara bulanan, naik dari 0,52% pada periode sebelumnya, terutama dipicu harga bensin dan tarif angkutan udara setelah penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dan harga avtur akibat tingginya harga energi global. Secara tahunan, inflasi administered prices mencapai 3,42%, lebih tinggi dari 2,07% pada periode sebelumnya.Ke depan, Bank Indonesia menyatakan yakin inflasi akan tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. Untuk kelompok volatile food, prospeknya juga diperkirakan tetap terjaga dengan dukungan sinergi lanjutan antara Bank Indonesia dan TPIP/TPID serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan dan Gerakan Pangan Murah.
Dalam liputan kami sebelumnya, pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan negara tidak menuju krisis meski volatilitas global meningkat. Artikel tersebut menyoroti pengelolaan APBN yang pruden, stimulus ke sektor riil, serta penguatan koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan untuk menjaga stabilitas harga dan kepercayaan pasar.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto