Produk campuran Prudential dan AIA pimpin return unitlink per Februari 2026
Data Infovesta menunjukkan rata-rata imbal hasil unitlink campuran secara year to date mencapai 0,92% hingga Februari 2026, dengan produk denominasi dolar AS dan strategi multi-aset mendominasi posisi teratas. Dalam data tersebut, PRUlink U.S. Dollar Multi Asset Income Fund milik PT Prudential Life Assurance mencatat return tertinggi 8,37%, diikuti USD Prime Multi Asset Income Fund dari PT AIA Financial sebesar 7,83%.
Sorotan
- PRUlink U.S. Dollar Heritage Multi Assets Income Fund Prudential Indonesia memimpin return unitlink campuran per Februari 2026 sebesar 7,54%, diikuti FWD Excellent Balanced Fund 5,21% dan Bhinneka Link Balanced Fund 4,99%.
- Infovesta mencatat rata-rata return unitlink campuran sebesar 0,92% per Februari 2026, lebih tinggi dari pasar uang 0,48% dan pendapatan tetap 0,11%, namun di bawah unitlink saham 3,06%.
- Kinerja unitlink campuran dipengaruhi volatilitas pasar akibat krisis geopolitik Iran dan penurunan outlook rating Indonesia, namun peluang yield menarik masih terbuka bagi nasabah baru.
Peringkat produk dan kinerja hingga Februari 2026
Posisi ketiga ditempati PRUlink U.S. Dollar Heritage Multi Assets Income Fund milik Prudential Indonesia dengan imbal hasil 7,54%. Produk FWD Excellent Balanced Fund dari PT FWD Insurance Indonesia berada di urutan keempat dengan return 5,21%, sedangkan Bhinneka Link Balanced Fund milik PT Bhinneka Life Indonesia menempati posisi kelima dengan 4,99%. Tiga produk PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk juga masuk 10 besar, yaitu Ekalink Dynamic sebesar 4,86%, Ekalink Super Dynamic 4,63%, dan Arthalink-Dynamic 3,72%.
Selain itu, CHUBB Rupiah Managed Fund dari PT Chubb Life Insurance Indonesia mencatat return 3,79%. PT AIA Financial - Dynamic Syariah melengkapi daftar 10 besar dengan imbal hasil 3,72% hingga Februari 2026. Komposisi ini menunjukkan produk campuran dengan eksposur multi-aset dan valuta asing masih menonjol di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Pandangan pelaku industri di tengah volatilitas pasar
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan unitlink berbasis campuran dapat menjadi salah satu pilihan bagi nasabah saat pasar modal Indonesia bergejolak. Menurut dia, jenis produk ini lebih sesuai untuk nasabah dengan profil risiko konservatif hingga moderat. Ia juga menekankan pemilihan unitlink perlu disesuaikan dengan kebutuhan, profil risiko, dan tingkat pemahaman masing-masing nasabah.
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai imbal hasil unitlink ke depan dipengaruhi prospek pasar modal yang masih tertekan oleh krisis geopolitik di Iran dan penurunan outlook rating Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut dapat menambah risiko, tetapi pada saat yang sama membuka peluang bagi nasabah baru untuk memperoleh yield yang lebih menarik. Ia menambahkan Indonesia tetap memiliki posisi strategis di tengah krisis energi karena cadangan batubara dan produksi sawit yang dapat dikonversi.
Posisi unitlink campuran dibanding kelas aset lain
Data Infovesta juga memperlihatkan bahwa unitlink berbasis saham membukukan kinerja rata-rata tertinggi di antara kategori unitlink lain per Februari 2026, yaitu 3,06%. Sementara itu, unitlink pasar uang mencatat rata-rata return 0,48% dan unitlink pendapatan tetap sebesar 0,11%. Dibandingkan kedua kategori tersebut, rata-rata return unitlink campuran sebesar 0,92% menempatkannya di level menengah dari sisi kinerja.
Perbandingan ini memberi gambaran bahwa unitlink campuran masih menawarkan profil hasil yang lebih baik daripada pasar uang dan pendapatan tetap, meski belum melampaui unitlink saham. Bagi industri asuransi jiwa dan manajer investasi, data ini mencerminkan minat terhadap strategi alokasi aset yang lebih fleksibel saat ketidakpastian pasar masih berlangsung. Kondisi itu juga dapat mendorong perusahaan memperkuat penawaran produk campuran untuk menjangkau nasabah dengan toleransi risiko menengah.
Kami sebelumnya melaporkan kinerja unitlink berbasis pendapatan tetap yang rata-rata hanya 0,11% secara year to date hingga Februari 2026, terendah di antara kategori utama. Dalam laporan itu, kami juga mengulas daftar produk pendapatan tetap dengan return tertinggi yang dipimpin Global Bond Income Fund, sekaligus menyoroti bahwa volatilitas pasar membuat segmen ini tetap dipertimbangkan sebagai opsi defensif meski tertinggal dari unitlink saham.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto