Pasar Jaya percepat adopsi QRIS di 20 pasar Jakarta

Pasar Jaya percepat adopsi QRIS di 20 pasar Jakarta
QRIS meluas di pasar Jakarta

Perumda Pasar Jaya menargetkan penambahan layanan pembayaran QRIS di 20 pasar Jakarta dalam tiga bulan, menurut keterangan Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan pada Senin, di tengah dorongan percepatan digitalisasi transaksi di pasar tradisional. Target itu menambah cakupan dari 60 pasar yang saat ini disebut sudah menerapkan QRIS tanpa hambatan realisasi. Langkah tersebut mengikuti arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas modernisasi pasar, termasuk pada sistem pembayaran non-tunai.

Sorotan

  • Pasar Jaya menargetkan perluasan adopsi QRIS di 20 pasar tambahan setiap tiga bulan, setelah saat ini telah diterapkan di 60 pasar Jakarta.
  • Kolaborasi Pasar Jaya dengan sejumlah bank bertujuan mempercepat kesiapan infrastruktur pembayaran digital di pasar tradisional Jakarta tanpa menemui kendala berarti.
  • Gubernur Pramono Anung menekankan modernisasi sistem pembayaran di pasar, menyebut digitalisasi seperti QRIS meningkatkan keamanan dan mendorong efisiensi transaksi ritel tradisional.

Target implementasi QRIS tiga bulanan

Agus Himawan mengatakan Pasar Jaya bekerja sama dengan sejumlah bank untuk mendukung penerapan pembayaran non-tunai di pasar-pasar kelolaan perusahaan daerah itu. Skema penambahan 20 pasar setiap tiga bulan diposisikan sebagai cara untuk mempercepat digitalisasi pasar tradisional di Jakarta. Menurut dia, implementasi yang berjalan hingga kini belum menghadapi kendala berarti.

Dengan basis 60 pasar yang telah menggunakan QRIS, ekspansi berikutnya menjadi bagian dari program bertahap untuk memperluas penerimaan pembayaran digital di ekosistem perdagangan rakyat. Penerapan ini juga mencerminkan upaya mengubah pola transaksi pedagang dan pembeli yang selama ini masih banyak bergantung pada uang tunai. Dukungan perbankan dinilai penting untuk mempercepat kesiapan infrastruktur pembayaran di lapangan.

Modernisasi pasar dan dampak transaksi non-tunai

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya meminta pasar-pasar di Jakarta dimodernisasi, terutama pada sistem pembayaran yang beralih ke metode digital seperti QRIS. Dalam sambutannya saat peletakan batu pertama Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Pusat pada Senin, ia menyebut revitalisasi dan modernisasi pasar perlu mencakup aspek pembayaran. Dorongan itu menempatkan digitalisasi sebagai bagian dari pembaruan operasional pasar, bukan sekadar penambahan fitur transaksi.

Menurut Pramono, penggunaan pembayaran non-tunai dapat meningkatkan keamanan transaksi karena mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Ia menilai perpindahan ke QRIS atau metode digital lain berpotensi menekan risiko pencopetan yang selama ini menyasar uang cash. Bagi sektor perdagangan ritel tradisional di Jakarta, perluasan QRIS juga dapat memperkuat efisiensi transaksi dan mendukung integrasi pasar rakyat ke sistem pembayaran formal.

Sebelumnya, kami melaporkan perluasan kanal pembayaran pajak daerah Pemprov DKI Jakarta yang mencakup ATM, mobile banking, virtual account, e-commerce, dan QRIS. Kebijakan ini ditujukan untuk memudahkan wajib pajak bertransaksi secara fleksibel sekaligus mendorong efisiensi layanan dan penguatan penerimaan daerah melalui integrasi sistem pembayaran digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.