Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia, Syam Resfiadi Amirsyah, mengatakan kepada Kompas.com pada Senin, 6 April 2026, bahwa penyesuaian tarif perjalanan umrah kemungkinan terjadi ketika musim umrah kembali berjalan setelah musim haji 1447 Hijriah. Ia menyebut hingga saat ini harga paket haji belum terpengaruh, namun pelaku usaha mulai menghitung komponen biaya yang berpotensi naik seiring kenaikan harga avtur global akibat perang Iran dengan U.S.-Israel.
Sorotan
- Kenaikan harga avtur global menaikkan biaya operasional maskapai dengan avtur menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya, memicu koreksi harga tiket.
- Menteri Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat naik 9 sampai 13 persen, pemerintah berikan subsidi Rp 2,6 triliun untuk PPN tiket domestik selama dua bulan.
- Paket umrah di Indonesia diperkirakan naik pada musim berikutnya karena penyesuaian biaya penerbangan, menekan daya beli jemaah dan margin penyelenggara.
Perhitungan tarif umrah pasca-musim haji
Menurut Syam, dampak kenaikan bahan bakar pesawat belum langsung tercermin pada harga paket yang saat ini berjalan. Namun, penyelenggara umrah memperkirakan tekanan biaya akan mulai terasa pada musim berikutnya ketika penjualan paket kembali aktif. Sapuhi juga menyesuaikan perhitungan berdasarkan komponen harga yang berubah, terutama biaya penerbangan.
Ia menambahkan bahwa kenaikan avtur bersifat global sehingga ruang pelaku industri untuk menahan biaya menjadi terbatas. Karena itu, asosiasi telah berkoordinasi dengan para anggotanya agar penyesuaian bisa dipahami bersama. Edukasi kepada jemaah juga disiapkan agar calon pengguna jasa memahami sumber kenaikan tarif.
Kenaikan avtur tekan biaya operasional maskapai
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan harga tiket pesawat berada pada kisaran 9 persen hingga 13 persen. Menurut dia, tekanan terhadap tarif tidak terhindarkan karena harga avtur terus meningkat di pasar global. Ia menjelaskan biaya avtur bisa mencapai sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai, sehingga perubahan harga energi langsung memengaruhi tarif penerbangan.
Airlangga memberi contoh harga avtur di Thailand telah mencapai Rp 29.518 per liter dan di Filipina Rp 25.326 per liter. Untuk menahan lonjakan harga tiket domestik, pemerintah menetapkan subsidi sebesar Rp 2,6 triliun selama dua bulan untuk PPN tiket pesawat domestik. Dengan kebijakan itu, pemerintah menargetkan kenaikan harga tiket tetap berada dalam rentang 9 persen sampai 13 persen.
Dampak bagi industri perjalanan religi
Bagi sektor perjalanan umrah di Indonesia, kenaikan tarif penerbangan berpotensi menekan daya beli calon jemaah dan margin penyelenggara. Pelaku usaha menghadapi tantangan untuk menjaga keterjangkauan paket sambil menyesuaikan biaya operasional yang meningkat. Kondisi ini menempatkan maskapai, agen perjalanan, dan jemaah dalam rantai dampak yang sama dari gejolak energi global.
Jika tekanan avtur berlanjut, penyesuaian harga paket umrah kemungkinan menjadi respons utama industri pada musim mendatang. Langkah koordinasi asosiasi dengan anggota dapat membantu menyamakan komunikasi kepada pasar dan mengurangi kebingungan di tingkat konsumen. Dalam jangka pendek, arah tarif umrah akan sangat bergantung pada pergerakan harga bahan bakar dan biaya tiket pesawat.
Sebelumnya, kami melaporkan bahwa pemerintah masih menelaah kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi setelah sempat memastikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak naik pada April 2026. Dalam laporan tersebut, proses kajian yang belum final membuat pelaku usaha dan pasar menunggu keputusan karena perubahan harga energi berpotensi memengaruhi biaya distribusi dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.
- Forex
- Crypto