LPS catat rekening valas bank tumbuh lebih cepat dari simpanan

LPS catat rekening valas bank tumbuh lebih cepat dari simpanan
Rekening valas melonjak tajam

Data Lembaga Penjamin Simpanan per Februari 2026 menunjukkan jumlah rekening valuta asing di perbankan naik 50,8% secara tahunan menjadi 7,67 juta rekening, sementara nominal simpanan valas hanya tumbuh 2,1%. Menurut analis Global Markets Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, kesenjangan itu mencerminkan bertambahnya nasabah ritel yang membuka rekening valas dengan saldo awal kecil di tengah perhatian terhadap fluktuasi rupiah dalam beberapa bulan terakhir.

Sorotan

  • Jumlah rekening valas di bank tumbuh lebih cepat dibanding nominal simpanan karena akses pembukaan makin luas bagi nasabah ritel.
  • Banyak bank agresif menawarkan rekening valas lewat paket layanan remitansi dan kartu debit multi-currency, didukung kanal mobile banking.
  • Likuiditas valas perbankan tetap terjaga karena pertumbuhan nominal simpanan masih stabil meski jumlah rekening makin meningkat.

Pendorong kenaikan rekening valas ritel

Myrdal menilai pertumbuhan jumlah rekening yang jauh lebih tinggi dibanding nominal simpanan terjadi karena akses pembukaan rekening valas kini semakin luas bagi nasabah individu. Kondisi itu membuat lebih banyak masyarakat membuka rekening valas untuk kebutuhan proteksi sederhana, bukan untuk menempatkan dana besar. Ia mengatakan nasabah ritel umumnya memakai rekening tersebut untuk menjaga nilai simpanan, kebutuhan liburan, atau membeli barang dari luar negeri.

Menurut dia, tren ini bukan menandakan dana valas besar keluar dari sistem perbankan. Justru, banyak rekening baru muncul dengan saldo awal yang terbatas. Myrdal juga menyebut minat masyarakat menyimpan dana valas meningkat karena pergerakan rupiah menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir.

Strategi bank dan dampaknya bagi likuiditas

Ia menambahkan banyak bank mulai agresif menawarkan pembukaan rekening valas sebagai bagian dari paket layanan bersama remitansi dan kartu debit multi-currency. Kanal mobile banking juga membuat proses pembukaan rekening valas semakin mudah, sehingga mendukung diversifikasi simpanan dan pemenuhan kebutuhan produk perbankan. Kemudahan akses itu, menurutnya, positif bagi inklusi keuangan masyarakat.

Meski demikian, nasabah baru tetap perlu diedukasi mengenai underlying transaksi dan risiko fluktuasi kurs. Myrdal menilai pertumbuhan nominal simpanan valas saat ini masih cukup stabil walaupun tidak setinggi pertumbuhan jumlah rekening. Dengan kondisi tersebut, likuiditas valas perbankan seharusnya masih terjaga dengan baik.

Kami sebelumnya melaporkan lonjakan rekening simpanan valuta asing di perbankan pada awal 2026, ketika jumlah rekening valas naik jauh lebih cepat daripada pertumbuhan nominal simpanannya. Laporan itu menyoroti peran fluktuasi kurs rupiah dan kebutuhan transaksi valas sebagai pendorong, sekaligus menekankan perlunya penyesuaian strategi layanan dan pengelolaan likuiditas valas di perbankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.