PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat kenaikan simpanan valuta asing hingga Februari 2026, menurut pernyataan Presiden Direktur Lani Darmawan yang dikutip dalam artikel. Kenaikan dana pihak ketiga valas itu melampaui pertumbuhan simpanan rupiah dan terjadi saat bank masih mengandalkan pergeseran komposisi pendanaan ke dana murah. Perkembangan ini juga muncul di tengah meningkatnya minat nasabah terhadap diversifikasi aset dalam mata uang asing.
Sorotan
- CIMB Niaga mencatat dana pihak ketiga per Februari 2026 naik 4% secara tahunan menjadi Rp261,18 triliun, didorong pertumbuhan giro 16,89% dan tabungan 6,35%.
- Simpanan valas CIMB Niaga tumbuh sekitar 16% secara tahunan hingga Februari 2026, melampaui pertumbuhan simpanan rupiah dan menandakan permintaan kuat instrumen mata uang asing.
- Secara industri, nilai simpanan valas perbankan naik 2,1% menjadi Rp1.487 triliun dan jumlah rekening valas melonjak 50,8% menjadi 7,67 juta per Februari 2026.
Pertumbuhan dana murah menopang penghimpunan dana
Secara keseluruhan, dana pihak ketiga CIMB Niaga per Februari 2026 mencapai Rp261,18 triliun, naik 4% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan giro dan tabungan, sementara deposito justru menurun. Giro tumbuh 16,89% menjadi Rp102,55 triliun dan tabungan naik 6,35% menjadi Rp87,55 triliun. Di sisi lain, deposito turun 12,34% menjadi Rp71,08 triliun, menunjukkan berlanjutnya pergeseran ke sumber dana berbiaya lebih rendah.
Lani Darmawan mengatakan simpanan valas tumbuh sekitar 16% secara tahunan hingga Februari 2026. Menurut dia, laju ini lebih tinggi dibandingkan simpanan rupiah. Kondisi tersebut menandakan permintaan nasabah terhadap instrumen simpanan berbasis mata uang asing masih kuat pada awal tahun ini.
Layanan digital dan tren industri memperkuat simpanan valas
CIMB Niaga menyebut kemudahan pembukaan rekening valas menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut. Melalui aplikasi digital Octo, nasabah dapat membuka rekening valas secara mandiri dengan proses yang cepat dan praktis. Ke depan, bank ini menyatakan akan terus memperkuat layanan digital seiring meningkatnya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan yang mudah, sederhana, dan instan.
Di tingkat industri, tren simpanan valas juga menguat. Data Lembaga Penjamin Simpanan menunjukkan nilai simpanan valas perbankan naik 2,1% secara tahunan menjadi Rp1.487 triliun pada Februari 2026. Jumlah rekening valas juga melonjak 50,8% menjadi 7,67 juta rekening, yang mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang asing. Dengan arah tersebut, simpanan valas diperkirakan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan.
Kami sebelumnya melaporkan lonjakan rekening simpanan valuta asing di perbankan pada awal 2026, ketika jumlah rekening valas naik jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan nominal simpanannya. Laporan tersebut menyoroti meluasnya akses pembukaan rekening valas bagi nasabah ritel, serta peran fluktuasi rupiah dan kebutuhan transaksi valas sebagai pendorong, dengan likuiditas valas perbankan dinilai tetap terjaga.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto