Unitlink pasar uang catat return tertinggi hingga Maret di Indonesia
Data Infovesta hingga Maret 2026 menunjukkan unitlink berbasis pasar uang membukukan rata-rata return 0,74% secara year to date, saat tiga kategori lain masih tertekan. Kondisi ini menempatkan produk pasar uang sebagai segmen dengan kinerja paling defensif di tengah volatilitas pasar modal Indonesia.
Sorotan
- GSP Dana Pasar Uang U.S. Dollar milik Manulife mencatat return tertinggi 1,40% per Maret 2026, diikuti Carlink Pro Safe Central Asia Raya 1,39%.
- Volatilitas pasar modal Indonesia mendorong minat ke unitlink pasar uang, sehingga kategori ini diperkirakan tetap unggul hingga akhir 2026.
- Unitlink saham mencatat kontraksi rata-rata minus 7,11%, unitlink campuran minus 4,43%, dan pendapatan tetap minus 1,55% per Maret 2026.
Daftar produk teratas dan capaian return Maret 2026
Produk dengan return tertinggi ditempati GSP Dana Pasar Uang U.S. Dollar milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, yang mencatat imbal hasil 1,40% per Maret 2026. Posisi kedua diisi Carlink Pro Safe milik PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya dengan return 1,39%. Peringkat ketiga ditempati DPLK DKPK GRO Dana U.S. Dollar yang dikelola DPLK Manulife, dengan return 1,35%.
Pada urutan berikutnya, Carlisya Pro Safe milik PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya mencatat return 1,29%. DPLK PPIP GRO Dana Pasar Uang berada di posisi kelima dengan imbal hasil 1,26%, sementara DPLK PPIP GRO Dana U.S. Dollar juga mencatat 1,26%, meski teks sumber menyebut periode Maret 2025. Posisi ketujuh hingga kesepuluh masing-masing ditempati DPLK DKPK GRO Dana Pasar Uang 1,24%, DPLK PPIP GRO Dana Syariah 1,22%, DPLK DKPK GRO Dana Syariah 1,17%, dan DPLK Eka Dana Deposito milik DPLK MSIG Life 1,14%.
Volatilitas pasar menopang minat ke instrumen defensif
Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan kinerja positif unitlink pasar uang tidak terlepas dari volatilitas pasar modal Indonesia yang menekan jenis unitlink lainnya. Menurut dia, kondisi itu membuat unitlink pasar uang berpeluang tetap menjadi salah satu kategori dengan kinerja paling positif hingga akhir tahun ini. Ia juga menilai unitlink pendapatan tetap masih berpotensi menghasilkan return positif karena ditopang pendapatan kupon atau bunga.
Wawan memperkirakan unitlink saham masih menghadapi tantangan pada tahun ini, antara lain akibat ketidakpastian konflik Iran dan Israel-Amerika Serikat. Jika konflik berlanjut dan mendorong harga minyak lebih tinggi, peluang return positif jangka pendek untuk unitlink saham menjadi semakin terbatas. Namun, ia menilai investor dengan strategi investasi berkala dan horizon jangka panjang masih dapat memanfaatkan valuasi yang lebih murah.
Tekanan masih berlanjut pada unitlink saham, campuran, dan pendapatan tetap
Berdasarkan data Infovesta yang sama, unitlink berbasis saham mencatat kontraksi terdalam dengan rata-rata return minus 7,11% per Maret 2026. Unitlink campuran juga melemah dengan rata-rata return minus 4,43%. Sementara itu, unitlink pendapatan tetap masih terkontraksi rata-rata 1,55%.
Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan pergeseran preferensi ke instrumen yang lebih konservatif di industri asuransi jiwa dan investasi Indonesia. Bagi pelaku industri, hasil ini mengindikasikan bahwa produk pasar uang masih menjadi penopang stabilitas portofolio nasabah ketika pasar saham dan obligasi menghadapi tekanan. Tren itu juga dapat memengaruhi strategi pemasaran dan alokasi aset perusahaan asuransi sepanjang 2026.
Kami sebelumnya melaporkan dorongan OJK agar perusahaan asuransi memperkuat tata kelola produk unitlink melalui transparansi manfaat dan risiko, pemasaran berbasis kebutuhan nasabah, serta pengelolaan investasi yang prudent. Dalam laporan itu, OJK juga mencatat premi unitlink mencapai Rp 7,89 triliun per Februari 2026 dan menilai pertumbuhannya ke depan cenderung lebih moderat serta selektif, dengan penekanan pada prinsip kesesuaian produk dan perlindungan konsumen.
Berita Iran war Terbaru
- Forex
- Crypto