Bisnis payroll menjadi salah satu penopang utama penghimpunan dana PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, seiring upaya bank daerah itu memperkuat dana murah sepanjang tahun ini. Per Maret 2026, pertumbuhan dana pihak ketiga dari segmen payroll mencapai 6% secara tahunan dan ikut menopang komposisi tabungan yang kini mendominasi struktur DPK bank.
Sorotan
- BPD DIY mencatat pertumbuhan DPK bisnis payroll 6% per Maret 2026, dengan tabungan mencapai Rp 13,7 triliun atau 60% dari total DPK.
- BPD DIY menargetkan pertumbuhan produk tabungan lebih dari 7% pada akhir 2026, didukung layanan payroll untuk 79.914 ASN daerah, 6.032 ASN vertikal, 11.976 karyawan swasta, serta 46.092 pensiunan.
- Inovasi layanan digital dan penguatan sistem keamanan data menjadi strategi utama BPD DIY dalam memenangkan persaingan penghimpunan dana murah di pasar perbankan daerah.
Pertumbuhan payroll dan target tabungan 2026
KONTAN melaporkan, Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengatakan DPK dari bisnis payroll, khususnya tabungan, memberi kontribusi penting terhadap pertumbuhan DPK bank secara keseluruhan.
Ia menyebut per Maret 2026 komposisi produk tabungan telah mencapai 60% dari total DPK BPD DIY, atau sebesar Rp 13,7 triliun. Kinerja bisnis payroll itu diproyeksikan masih tumbuh hingga akhir tahun, dengan target pertumbuhan produk tabungan lebih dari 7% pada akhir 2026.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh bertambahnya nasabah payroll yang dilayani bank. Saat ini BPD DIY melayani pembayaran gaji 79.914 aparatur sipil negara daerah, 6.032 ASN vertikal, 11.976 karyawan swasta, serta 46.092 pensiunan.
Penguatan layanan digital dan keamanan data
Untuk memperkuat bisnis payroll tahun ini, BPD DIY menjalankan sejumlah inovasi dan strategi, termasuk penguatan layanan digital. Integrasi layanan digital didorong agar nasabah payroll lebih mudah membuka rekening secara online, mengatur keuangan, hingga mengelola pengeluaran gaji.Bank juga memperkuat sistem keamanan untuk menjaga data nasabah. Menurut Agus, upaya itu dilakukan agar nasabah tetap yakin bahwa data mereka terlindungi secara regulasi.
Langkah tersebut menunjukkan persaingan penghimpunan dana di perbankan daerah makin bergantung pada kemampuan bank menyediakan layanan transaksi yang praktis sekaligus aman. Bagi BPD DIY, segmen payroll tetap menjadi jalur penting untuk memperbesar basis dana murah dan menjaga pertumbuhan simpanan pada 2026.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang strategi layanan payroll BPD DIY, kami membahas bagaimana segmen payroll menjadi penggerak utama pertumbuhan dana ritel—terutama tabungan—dengan komposisi tabungan mencapai 60% dari total DPK dan target pertumbuhan lebih dari 7% hingga akhir 2026. Artikel itu juga menyoroti perluasan basis nasabah payroll dari ASN, karyawan swasta, hingga pensiunan, serta dorongan integrasi layanan digital dan penguatan keamanan data untuk menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas pendanaan.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto