Jakarta catat pengangguran laki-laki lebih tinggi pada Februari 2026
Pasar kerja Jakarta pada Februari 2026 menunjukkan penurunan tipis jumlah pengangguran di tengah kenaikan jumlah angkatan kerja. Ketimpangan juga masih terlihat menurut gender dan pendidikan, dengan laki-laki serta lulusan pendidikan menengah mencatat tingkat pengangguran terbuka yang lebih tinggi.
Sorotan
- Tingkat pengangguran terbuka laki-laki di Jakarta Februari 2026 tercatat 6,54 persen, lebih tinggi dari perempuan 5,28 persen, menurut BPS DKI.
- Jumlah pengangguran di Jakarta Februari 2026 mencapai 333.860 orang, turun sekitar 4.540 orang dibandingkan setahun sebelumnya dengan total angkatan kerja 5,53 juta orang.
- Pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK 8,15 persen dan SMA 7,58 persen, menandakan tantangan penyerapan tenaga kerja terbesar pada pendidikan menengah.
Data BPS DKI soal pengangguran Februari 2026
Seperti dilaporkan BPS DKI Jakarta dalam keterangan resmi pada Rabu, tingkat pengangguran terbuka laki-laki di Jakarta pada Februari 2026 mencapai 6,54 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 5,28 persen. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026 juga mencatat jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 333.860 orang.Dibandingkan Februari 2025, angka pengangguran itu turun tipis 0,15 poin persentase. Pada periode yang sama, total angkatan kerja mencapai 5,53 juta orang, dengan 5,20 juta orang di antaranya sudah bekerja.
Jika dibandingkan dengan Februari 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 57.640 orang. Kenaikan jumlah penduduk bekerja yang lebih besar, yakni 62.180 orang, membuat jumlah pengangguran berkurang sekitar 4.540 orang.
Kesenjangan gender dan pendidikan masih terlihat
Tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki tercatat sebesar 78,83 persen, jauh di atas perempuan yang sebesar 52,26 persen. Angka ini menunjukkan laki-laki di Jakarta masih lebih banyak yang aktif bekerja atau mencari kerja dibandingkan perempuan.Dari sisi pendidikan, pengangguran di Jakarta masih didominasi lulusan pendidikan menengah. Tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK tercatat 8,15 persen dan SMA 7,58 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain.
Sementara itu, tingkat pengangguran terendah berasal dari lulusan SD ke bawah sebesar 5,32 persen, Diploma I, II, dan III sebesar 3,58 persen, universitas 3,79 persen, serta SMP 3,87 persen. Pola ini menunjukkan tantangan penyerapan tenaga kerja di ibu kota masih terkonsentrasi pada kelompok pencari kerja dari jenjang pendidikan menengah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026, kami mengulas PDB yang tumbuh 5,61% (yoy) berdasarkan rilis BPS serta penopang utamanya, termasuk konsumsi dan kinerja sejumlah sektor. Kami juga menyoroti peran pertanian yang tetap stabil dalam struktur PDB dan sempat mencatat pertumbuhan dua digit berkat panen raya, beserta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi dan arah kebijakan pangan.
Berita Social Policy Terbaru
- Forex
- Crypto