Pemerintah lanjutkan pencairan bansos Mei 2026, BLT BPNT capai Rp600.000

Pemerintah lanjutkan pencairan bansos Mei 2026, BLT BPNT capai Rp600.000
Bansos Mei 2026 cair

Anggaran perlindungan sosial 2026 senilai Rp508,2 triliun masih menopang penyaluran sejumlah bantuan sosial pada Mei 2026. Pada periode ini, penyaluran mencakup tahap lanjutan PKH, BPNT senilai Rp600.000 untuk tiga bulan, serta Program Indonesia Pintar bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Sorotan

  • Pemerintah lanjutkan pencairan bansos utama pada Mei 2026, termasuk PKH tahap 2 dengan anggaran Rp28,7 triliun untuk 10 juta keluarga.
  • Penerima BPNT terima Rp200.000 per bulan, dicairkan untuk tiga bulan sekaligus pada Mei 2026, total Rp600.000 per keluarga.
  • Program Indonesia Pintar tahap pertama cair Mei-September 2026, Rp450.000–Rp1,8 juta per tahun, target pelajar miskin usia 6–21 tahun.

Jadwal pencairan dan besaran bantuan Mei 2026

Seperti dirangkum Okezone Economy Indonesia, Kementerian Sosial melanjutkan pencairan bansos utama pada Mei 2026, terutama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2. Penyaluran PKH tahap kedua berlangsung pada April, Mei, dan Juni, setelah tahap pertama telah dicairkan sejak Februari 2026.

Untuk PKH, anggaran 2026 ditetapkan Rp28,7 triliun dengan sasaran 10 juta Keluarga Penerima Manfaat. Besaran bantuan per tahap meliputi Rp750.000 bagi ibu hamil, Rp750.000 untuk anak usia dini, Rp225.000 bagi siswa SD, Rp375.000 bagi siswa SMP, Rp500.000 bagi siswa SMA, serta Rp600.000 untuk lansia berusia 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas berat.

BPNT juga terus disalurkan sesuai tahapan. Penerima memperoleh Rp200.000 per bulan dan pencairan dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, sehingga total yang diterima masyarakat mencapai Rp600.000.

Dampak program bagi rumah tangga dan pendidikan

BPNT atau bantuan sembako memperoleh alokasi anggaran Rp43,8 triliun untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat. Dana disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat dibelanjakan di e Warong atau agen bank mitra pemerintah untuk membeli kebutuhan pangan pokok.

Selain bantuan dari Kemensos, Program Indonesia Pintar (PIP) juga mulai dicairkan bertahap dari awal Mei hingga September 2026. Program yang disalurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu ditujukan bagi siswa usia 6 hingga 21 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin guna mencegah putus sekolah, dengan pencairan melalui BRI, BNI, dan BSI sebesar Rp450 ribu hingga Rp1,8 juta per tahun.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan pengawasan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) 2026, kami membahas langkah pemerintah memperketat tata kelola agar bantuan pendidikan tetap tepat sasaran bagi murid dari keluarga miskin dan rentan miskin. Upaya ini mencakup penguatan pengawasan digital melalui platform Jaga Indonesia Pintar, seiring alokasi anggaran PIP 2026 sebesar Rp13,8 triliun dengan cakupan jutaan penerima dan perluasan hingga jenjang taman kanak-kanak.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.