OJK mencatat 16 fintech lending dengan TWP90 di atas 5% per Maret 2026

OJK mencatat 16 fintech lending dengan TWP90 di atas 5% per Maret 2026
16 fintech TWP90 tinggi

Risiko kredit bermasalah di industri pinjaman daring menunjukkan perbaikan tipis pada Maret 2026, meski masih ada 16 penyelenggara yang mencatat TWP90 di atas ambang 5%. Penurunan jumlah itu terjadi seiring membaiknya rasio TWP90 industri menjadi 4,52% dari 4,54% pada Februari 2026, namun levelnya masih lebih tinggi dibandingkan 2,77% pada Maret 2025.

Sorotan

  • OJK mencatat jumlah fintech lending dengan TWP90 di atas 5% turun menjadi 16 entitas per Maret 2026 dari 18 per Februari 2026.
  • Sektor konsumtif mendominasi pembiayaan macet, mendorong OJK menekankan kehati-hatian, perbaikan kualitas penyaluran, dan manajemen risiko bagi penyelenggara.
  • Walau TWP90 industri fintech lending membaik secara bulanan pada Maret 2026, rasio tersebut masih lebih tinggi dibandingkan posisi Maret 2025.

Perbaikan rasio dan langkah pengawasan

KONTAN Indonesia melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan mencatat jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending atau pindar dengan tingkat wanprestasi 90 hari, TWP90, di atas 5% turun menjadi 16 entitas per Maret 2026 dari 18 entitas pada Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pembiayaan macet masih didominasi sektor konsumtif. Menurut dia, sektor tersebut sangat bergantung pada pendapatan dan arus kas pribadi sehingga lebih sensitif terhadap kemampuan bayar.

Agusman menegaskan penyelenggara dengan TWP90 di atas 5% tidak serta-merta harus menghentikan penyaluran pembiayaan. Namun, penyelenggara perlu lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk memperbaiki kualitas penyaluran dan manajemen risiko.

Dampak bagi industri pinjaman daring

OJK mendorong pelaku fintech lending menjalankan langkah perbaikan untuk menurunkan TWP90, antara lain melalui penguatan penilaian kelayakan dan kemampuan bayar, peningkatan kualitas credit scoring, serta peningkatan efektivitas penagihan dengan tetap menjaga perlindungan konsumen.

Regulator juga memproyeksikan angka TWP90 industri tetap dapat dikelola dalam batas yang terkendali ke depan, seiring penguatan manajemen risiko, tata kelola, dan penerapan prinsip kehati-hatian oleh para penyelenggara. Meski membaik secara bulanan pada Maret 2026, rasio TWP90 industri fintech lending masih berada di atas posisi Maret 2025, yang menunjukkan kualitas pembiayaan sektor ini masih menghadapi tekanan dibandingkan setahun sebelumnya.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang perlambatan pembiayaan multifinance dan kualitas portofolio, kami membahas melambatnya pertumbuhan piutang pembiayaan per Maret 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi, disertai kenaikan rasio NPF gross industri menjadi 2,83%. Kami juga menyoroti respons pelaku usaha seperti penerapan penyaluran yang lebih selektif serta penguatan underwriting dan analisis kredit untuk menjaga kualitas aset.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.