Kementan perkuat serapan telur dan hilirisasi untuk stabilkan usaha peternak
Tekanan harga telur ayam ras di tingkat peternak mendorong pemerintah memperluas langkah stabilisasi pasar di tengah tingginya pasokan dan melemahnya daya serap dalam beberapa pekan terakhir. Strategi itu mencakup penguatan distribusi antardaerah, hilirisasi produk peternakan, serta perluasan pemanfaatan telur dalam program gizi untuk menopang pendapatan peternak rakyat.
Sorotan
- Kementerian Pertanian memperkuat koordinasi lintas kementerian, daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan pasokan-permintaan dan menahan fluktuasi harga telur nasional.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan hilirisasi produk olahan telur dijalankan untuk menstabilkan serapan pasar saat terjadi kelebihan pasokan dan memperluas diversifikasi produk.
- Peternak di sejumlah daerah masih menjual telur dengan harga di bawah Harga Acuan Pembelian Rp26.500 per kg akibat pasokan tinggi dan lemahnya serapan pasar.
Strategi stabilisasi pasar dan perluasan serapan
Kementerian Pertanian Indonesia menyatakan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional. Langkah ini diarahkan untuk menahan dampak fluktuasi harga yang menekan peternak layer rakyat.Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah memahami tekanan akibat penurunan harga di tingkat produsen. Ia menyebut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempatkan perlindungan terhadap peternak rakyat sebagai prioritas, sembari menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Menurut Agung, penguatan serapan pasar, distribusi antardaerah, hilirisasi produk peternakan, dan optimalisasi pemanfaatan telur dalam berbagai program pemenuhan gizi menjadi instrumen utama agar harga di tingkat peternak bergerak lebih stabil. Kementan juga menilai kapasitas produksi telur nasional yang kuat perlu ditopang dengan tata niaga dan distribusi yang lebih efektif agar manfaat ekonomi tersebar lebih merata.
Program Makan Bergizi Gratis, atau MBG, dinilai menjadi salah satu bantalan pasar saat terjadi kelebihan pasokan produksi. Selain itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Makmun, mengatakan pengembangan produk olahan telur dan diversifikasi pemanfaatan hasil peternakan terus didorong untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah subsektor ini.
Dampak bagi peternak daerah dan subsektor peternakan
Di tengah dinamika harga, asosiasi peternak di sejumlah daerah menyatakan kondisi lapangan tetap kondusif. Ketua Rumah Kebersamaan BKT NT Blitar, Eti, mengatakan perdagangan telur di tingkat peternak masih berjalan dengan mengacu pada harga harmoni yang telah disepakati bersama, meski harga masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian sebesar Rp26.500 per kilogram karena pasokan tinggi dan serapan pasar melemah.Ketua Koperasi Unggas Sejahtera Kendal, Suwardi, juga mengatakan peternak di Kendal dan sekitarnya terus berupaya menjaga stabilitas harga agar penurunan tidak berlanjut. Di Magetan, pemerintah daerah mulai membahas peningkatan penyerapan telur melalui penambahan menu berbasis telur pada program MBG.
Kementan menyatakan akan terus mengawal stabilisasi subsektor peternakan melalui penguatan distribusi, serapan pasar, hilirisasi, dan peningkatan konsumsi protein hewani. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga daya tahan usaha peternak rakyat sekaligus meningkatkan daya saing subsektor peternakan nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang stabilisasi harga telur ayam ras, kami membahas langkah Kementerian Pertanian memperkuat serapan pasar dan hilirisasi untuk meredam dampak kelebihan pasokan yang menekan harga di tingkat peternak. Artikel itu juga menyoroti arahan Menteri Pertanian agar negara hadir menjaga kelangsungan usaha peternak rakyat, sekaligus mempertahankan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Berita TitanFX Terbaru
- Forex
- Crypto