Samir salurkan pembiayaan Rp 300 miliar, tumbuh 57% pada awal 2026
Permintaan pembiayaan cepat dan inklusif untuk pelaku UMKM masih menopang prospek bisnis fintech lending di Indonesia pada awal 2026. Di tengah berbagai isu yang menekan industri, PT Sahabat Mikro Fintek, Samir, menyatakan operasional tetap berjalan normal dan kesehatan keuangannya terjaga.
Sorotan
- Samir menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 300 miliar sepanjang Januari–Maret 2026, naik 57% year on year dengan pertumbuhan tertinggi 130% pada Januari 2026.
- Peningkatan signifikan didorong oleh tingginya permintaan dana cepat di segmen UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional.
- Kenaikan penyaluran pembiayaan juga dipicu oleh peningkatan kepercayaan pengguna dan peningkatan jumlah borrower yang melakukan pinjaman ulang, di tengah isu industri fintech lending.
Kinerja pembiayaan dan strategi kehati-hatian
Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur Utama Samir Yonathan Gautama mengatakan perseroan membukukan penyaluran pembiayaan lebih dari Rp 300 miliar sepanjang Januari 2026 hingga Maret 2026, atau naik 57% secara year on year. Ia menyebut pertumbuhan tertinggi terjadi pada Januari 2026, ketika penyaluran pembiayaan menembus 130% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Yonathan menjelaskan prospek penyaluran pembiayaan tetap positif karena kebutuhan akses dana yang cepat dan inklusif masih tinggi, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional. Menurut dia, kondisi itu menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi industri.
Samir menyatakan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi OJK, serta perlindungan konsumen melalui transparansi, edukasi finansial, dan praktik penagihan yang beretika. Perseroan menilai pendekatan tersebut membuat fintech lending tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga berkontribusi secara sehat terhadap keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Dampak kepercayaan pengguna pada bisnis
Perseroan menilai salah satu pendorong utama kenaikan penyaluran pembiayaan adalah meningkatnya tingkat kepercayaan pengguna terhadap perusahaan. Yonathan mengatakan jumlah borrower yang kembali meminjam setelah melunasi pinjaman juga terus bertambah.Di tengah berbagai isu yang menerpa industri fintech lending, Samir menyebut kegiatan operasional tetap berjalan normal. Dari sisi usaha, perusahaan mengatakan tetap menjalankan bisnis secara prudent dan berkomitmen meningkatkan tata kelola perusahaan lewat kualitas layanan yang optimal, karena kepercayaan lender dan borrower menjadi prioritas utama.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang rencana tukar aset strategis Kemenkeu–BPI Danantara, kami mengulas langkah pemerintah mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan menyerahkan PT Geo Dipa Energi kepada Danantara. Rencana ini diarahkan untuk mentransformasi PNM menjadi bank UMKM di bawah Special Mission Vehicle Kemenkeu, yang fokus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sekaligus memperkuat pendampingan agar akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil makin luas.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto