Indonesia soroti kenaikan kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi 5 persen

Indonesia soroti kenaikan kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi 5 persen
Kemiskinan naik di tengah pertumbuhan

Pemerintah Indonesia menyoroti ketidaksesuaian antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga setelah data tujuh tahun terakhir menunjukkan jumlah penduduk miskin justru meningkat. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi itu menunjukkan arah sistem perekonomian yang dinilai belum tepat, sekaligus mendorong target penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Sorotan

  • Prabowo menyatakan penduduk miskin naik dari 46,1 persen pada 2017 menjadi 49,5 persen pada 2024 meski ekonomi tumbuh 5 persen tujuh tahun terakhir.
  • Proporsi kelas menengah turun dari 22,1 persen menjadi 17,4 persen pada periode yang sama, memicu evaluasi sistem ekonomi oleh pemerintah.
  • Pemerintah menargetkan rasio gini menurun ke 0,362–0,367 dan angka kemiskinan ke 6,0–6,5 persen pada 2027, dengan target pengangguran terbuka 4,30–4,87 persen.

Data kemiskinan dan evaluasi arah ekonomi

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), bahwa ia merasa terpukul setelah menerima data yang menunjukkan kenaikan penduduk miskin di tengah pertumbuhan ekonomi 5 persen dalam tujuh tahun terakhir.

Ia mengatakan perekonomian Indonesia seharusnya bertambah sekitar 35 persen berdasarkan laju pertumbuhan tersebut, namun jumlah penduduk miskin justru naik. Prabowo menyebut proporsi penduduk miskin meningkat dari 46,1 persen pada 2017 menjadi 49,5 persen pada 2024, sementara porsi kelas menengah turun dari 22,1 persen menjadi 17,4 persen pada periode yang sama.

Prabowo meminta penjelasan yang ilmiah dan matematis kepada DPR, partai politik, organisasi kemasyarakatan, pakar, dan guru besar mengenai mengapa pertumbuhan ekonomi tidak diikuti penguatan kelas menengah. Menurut dia, kondisi itu mengarah pada keyakinan bahwa sistem perekonomian yang dijalankan berada pada trajectory yang tidak tepat.

Target penurunan ketimpangan dan kemiskinan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan pertumbuhan ekonomi harus tercermin pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara nyata. Ia menyatakan jarak antara kelompok terkaya dan termiskin tidak boleh semakin lebar dan harus terus dipersempit.

Untuk itu, pemerintah menargetkan rasio gini Indonesia berada pada kisaran 0,362 hingga 0,367 pada 2027, membaik dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,3890. Pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen, serta tingkat pengangguran terbuka turun ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96 persen.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target sosial RAPBN 2027, kami membahas penurunan sasaran kemiskinan menjadi 6,0–6,5 persen, pengangguran terbuka ke 4,30–4,87 persen, serta perbaikan rasio gini ke 0,362–0,367. Kami juga menekankan bahwa indikator kesejahteraan ini dijadikan tolok ukur utama kebijakan fiskal 2027, sehingga evaluasi kinerja ekonomi tidak hanya bertumpu pada angka pertumbuhan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.