Bank Maspion bukukan laba 2025 setelah pulih dari rugi tahun sebelumnya

Bank Maspion bukukan laba 2025 setelah pulih dari rugi tahun sebelumnya
Bank Maspion pulih untung

PT Bank Maspion Indonesia Tbk mencatat pemulihan kinerja pada 2025 dengan laba bersih Rp 31,8 miliar setelah merugi pada 2024. Perbaikan ini terjadi seiring ekspansi kredit, penguatan permodalan, dan membaiknya kualitas aset di tengah dukungan pemegang saham pengendali, Kasikornbank.

Sorotan

  • Bank Maspion membukukan laba bersih Rp 31,8 miliar pada 2025 setelah sebelumnya rugi Rp 247,21 miliar pada 2024, didukung disiplin ekspansi serta manajemen risiko.
  • Portofolio kredit tumbuh hampir dua kali lipat dari Rp 8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp 17,34 triliun pada 2025, dengan total aset naik ke Rp 22,4 triliun.
  • Rasio CASA meningkat menjadi 27,16%, CAR naik ke 45,76%, efisiensi membaik, dan ekspansi kredit korporasi difokuskan pada perusahaan besar serta BUMN berkat dukungan KBank.

Pemulihan kinerja dan pertumbuhan neraca

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Bank Maspion membalikkan posisi dari rugi Rp 247,21 miliar pada 2024 menjadi laba bersih Rp 31,8 miliar pada 2025. Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengatakan pertumbuhan bank ditopang strategi ekspansi yang disiplin, fokus pada kualitas nasabah, dan pengelolaan risiko yang ketat.

Dalam paparan publik di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026, Kasemsri menyatakan hasil tersebut berasal dari upaya jangka panjang untuk membangun pertumbuhan nasabah yang tepat, menjaga disiplin sepanjang 2024 yang sulit, dan kembali bangkit dengan kondisi yang lebih kuat. Dalam tiga tahun terakhir, portofolio kredit hampir dua kali lipat dari Rp 8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp 17,34 triliun pada 2025, sementara total aset naik dari Rp 14,96 triliun menjadi Rp 22,4 triliun.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau CAR meningkat dari 31,55% menjadi 45,76%. Efisiensi juga membaik, tercermin dari rasio BOPO yang turun dari 120,13% menjadi 97,15% pada 2025, sedangkan rasio kredit bermasalah gross membaik dari 3,26% pada 2024 menjadi 2,26% pada 2025.

Fokus ekspansi korporasi dan dukungan KBank

Dari sisi pendanaan, rasio CASA meningkat menjadi 27,16% dari 22,58% pada 2024, yang menurut manajemen menunjukkan struktur pendanaan yang makin efisien dan berkelanjutan. Kasikornbank Public Company, atau KBank, saat ini menguasai 89,48% saham BMAS dan disebut menjadi faktor penting dalam transformasi bisnis perseroan.

Manajemen menyebut integrasi dengan KBank membantu percepatan pertumbuhan kredit melalui akses ke jaringan regional ASEAN+3, sekaligus memperkuat standar manajemen risiko dan kapabilitas bisnis bank. Memasuki 2026, Bank Maspion menargetkan pertumbuhan kredit korporasi sebagai motor utama bisnis, dengan perusahaan besar dan badan usaha milik negara menjadi sasaran utama ekspansi.

Selain itu, bank berupaya memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi melalui layanan trade finance, valuta asing, QRIS, dan transaction banking. Bank Maspion juga melanjutkan investasi pada infrastruktur digital, termasuk pengembangan layanan mobile banking dan internet banking, untuk memperluas kapasitas bisnis di pasar perbankan Indonesia.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada April 2026, kami menyoroti kenaikan kredit tahunan menjadi 9,98% yang terutama ditopang kredit investasi, sekaligus menunjukkan likuiditas perbankan yang masih memadai. Kami juga mencatat penilaian Bank Indonesia bahwa ketahanan sektor tetap kuat, tercermin dari rasio permodalan dan kredit bermasalah yang terjaga meski ada risiko rambatan ketidakpastian global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.