BFI Finance pastikan lindung nilai penuh menahan risiko utang valas saat rupiah melemah

BFI Finance pastikan lindung nilai penuh menahan risiko utang valas saat rupiah melemah
BFI Finance lindungi utang valas

Pelemahan rupiah terhadap dolar U.S. meningkatkan perhatian pada eksposur utang valuta asing di industri multifinance. BFI Finance menyatakan seluruh pinjaman valasnya sudah dilindungi penuh ke rupiah, sehingga fluktuasi kurs tidak memengaruhi kewajiban perusahaan.

Sorotan

  • BFI Finance telah melakukan full hedging atas seluruh pinjaman valas ke dalam rupiah sehingga tidak terpapar risiko pelemahan rupiah.
  • PEFINDO menyebut porsi utang valas di industri multifinance sebesar 10%-25% dari total pendanaan dan mayoritas sudah menggunakan strategi hedging.
  • Pelemahan rupiah berisiko menambah beban biaya impor dan konsumsi, namun fundamental industri multifinance tetap kuat berkat permodalan, kualitas aset, dan likuiditas yang memadai.

Strategi lindung nilai dan profil utang valas

Kepada KONTAN, Corporate Communication Head BFI Finance Dian Ariffahmi mengatakan perseroan telah melakukan full hedging atas seluruh pinjaman dalam mata uang asing ke dalam rupiah. Dengan skema tersebut, perusahaan menyatakan tidak memiliki risiko dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Langkah itu dijalankan untuk menjaga stabilitas kewajiban perusahaan di tengah volatilitas pasar keuangan dan pergerakan kurs. Perseroan menegaskan pelemahan rupiah tidak menimbulkan risiko kerugian pada pinjaman valas yang telah diamankan melalui lindung nilai penuh.

Dampak bagi industri multifinance dan tekanan makroekonomi

PEFINDO menilai risiko utang valas di industri multifinance masih relatif terkendali. Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PEFINDO, Danan Dito, menyebut porsi utang valas perusahaan multifinance umumnya berada di kisaran 10% hingga 25% dari total pendanaan dan mayoritas sudah dilindungi dengan strategi hedging.

Menurutnya, perusahaan multifinance umumnya memakai instrumen cross currency swap untuk melindungi kewajiban valas, sehingga biaya pendanaan tetap lebih terkontrol saat terjadi gejolak nilai tukar. Ia juga mengatakan pelaku besar seperti Adira Finance, Astra Sedaya Finance, dan Federal International Finance telah menerapkan diversifikasi sumber pendanaan serta lindung nilai, sehingga tidak langsung terpapar pelemahan rupiah maupun kenaikan suku bunga.

Meski dampak langsung terhadap kewajiban valas dinilai terbatas, pelemahan rupiah tetap berpotensi menekan bisnis multifinance dari sisi makroekonomi. Kenaikan biaya impor barang dan biaya hidup masyarakat dapat melemahkan kemampuan bayar debitur, namun hingga kini PEFINDO belum melihat kondisi itu memengaruhi prospek industri multifinance secara keseluruhan karena fundamental sektor masih ditopang permodalan, kualitas aset, dan likuiditas yang memadai.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah terhadap dolar AS, pemerintah menilai depresiasi kurs hingga level saat ini masih terkendali dan sudah diperhitungkan dalam penyusunan APBN sehingga dinilai aman bagi fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menekankan bahwa penguatan ekonomi domestik dan minat investasi asing dapat menjadi penopang penguatan rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.