Kemensos laporkan penyaluran bansos Juni 2026 capai 94 persen untuk PKH dan 87 persen untuk sembako
Kementerian Sosial memaparkan perkembangan penyaluran bantuan sosial hingga Juni 2026 di tengah pembahasan anggaran bersama DPR. Capaian utama mencakup penyaluran PKH kepada 9,4 juta keluarga penerima manfaat dan bansos sembako kepada 15,9 juta penerima, dengan nilai triliunan rupiah.
Sorotan
- Per Juni 2026, penyaluran PKH mencapai 94 persen atau 9,4 juta keluarga senilai Rp 7,13 triliun, dan bansos sembako 87 persen atau 15,9 juta keluarga senilai Rp 9,54 triliun.
- Realisasi bantuan jaminan hidup sudah mencapai 273.911 jiwa senilai Rp 225,20 miliar, dan Atensi terealisasi 42,58 persen senilai Rp 135,7 miliar.
- Penetapan Surat Pengesahan Revisi Anggaran tahap III Rp 987,9 miliar masih berproses, menjadi kunci kelanjutan bansos dan program sosial 2026.
Realisasi bansos dan program sosial per Juni 2026
Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada Rabu, 10 Juni 2026, bahwa realisasi penyaluran Program Keluarga Harapan mencapai 94 persen atau 9,4 juta keluarga penerima manfaat senilai Rp 7,13 triliun. Untuk bansos sembako, penyaluran mencapai 87 persen atau 15,9 juta keluarga penerima manfaat dengan nilai Rp 9,54 triliun.Selain dua program utama tersebut, bantuan jaminan hidup telah disalurkan kepada 273.911 jiwa dengan nilai anggaran Rp 225,20 miliar. Bantuan penguatan sosial ekonomi juga telah diberikan kepada 75.065 kepala keluarga senilai Rp 37,33 miliar, sedangkan santunan ahli waris telah disalurkan kepada 1.140 jiwa dengan total anggaran Rp 17,10 miliar.
Saifullah juga menyebut realisasi Asistensi Rehabilitasi Sosial atau Atensi telah mencapai 42,58 persen dengan nilai Rp 135,7 miliar. Program ini melayani anak, lansia, penyandang disabilitas, penerima layanan napza, orang dengan HIV/AIDS, dan kelompok rentan lainnya.
Dampak target dan proses anggaran lanjutan
Di luar bansos reguler, program Komunitas Adat Terpencil telah menjangkau 3.097 kepala keluarga atau 109,96 persen dari target, dengan realisasi anggaran sebesar 78,61 persen. Sementara itu, Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi telah diberikan kepada 4.796 keluarga penerima manfaat atau setara 31,97 persen dari target yang ditetapkan.Dalam rapat yang sama, Kementerian Sosial juga menyampaikan bahwa penetapan Surat Pengesahan Revisi Anggaran tahap III senilai Rp 987,9 miliar masih berproses. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelanjutan pelaksanaan bansos dan program sosial lainnya pada 2026.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang perubahan skema bansos menjadi transfer tunai langsung, kami membahas rencana pemerintah mengalihkan bantuan berbasis barang ke bantuan yang dikirim langsung ke penerima mulai 2026, dengan estimasi rata-rata sekitar Rp5,4 juta per orang. Kami juga mengulas percepatan transformasi data nasional berbasis AI untuk meningkatkan akurasi sasaran dan efisiensi penyaluran, sekaligus mendukung kebijakan sosial dan penguatan UMKM melalui integrasi data.
Berita Social Policy Terbaru
- Forex
- Crypto